Sunday, October 7, 2018

1000+ Pengertian Pangkat Kuadrat Dan Perpangkatan Bilangan /Semua Udah Terbaru

Pangkat Kuadrat dan Perpangkatan Bilangan - Kuadrat atau lebih sering disebut sebagai pangkat dua adalah sebuah konsep mengalikan sebuah bilangan dengan bilangan itu sendiri. Disaat kalian menduduki bangku SMP/MTs kalian tidak hanya diajarkan mengenai pangkat dua atau kuadrat melainkan kalian juga diajarkan mengenai perpangkatan. Perpangkatan bisa diartikan sebagai sebuah konsep perkalian yang berulang dengan menggunakan bilangan yang sama.
Perhatikan baik-baik penjelasan materi di bawah ini :

Pengertian Pangkat Kuadrat dan Perpangkatan Bilangan
Pembahasan Materi Pangkat Kuadrat dan Perpangkatan Bilangan Amatilah perpangkatan berikut ini :
5   = 5
52 = 5 x 5 = 25
53 = 5 x 5 x 5 = 125
Berdasarkan hitungan di atas dapat disimpulkan bahwa :
Untuk sebuah bilangan bulat "m" dengan "n" berupa bilangan bulat positif berlaku rumus :

mn = m x m x ... x m

Di mana perkalian m berulang sebanyak n. Oleh karenanya m bisa disebut sebagai bilangan pokok sementara n disebut sebagai pangkat atau eksponen.

Penjelasan lebih lanjut mengenai perpangkatan, kalian akan mendapatkannya ketika nanti kalian memasuki kelas 9. Pada kelas 9 kalian akan diajarkan materi pelajaran matematika mengenai Pengertian, Operasi, Rumus dan Sifat-Sifat Bilangan Berpangkat.

Pembahasan Contoh Soal Pangkat Kuadrat dan Perpangkatan Bilangan Agar kalian lebih mengerti tentang materi dan rumus yang telah dijelaskan di atas, di bawah ini ada beberapa contoh soal beserta pembahasannya, perhatikan baik-baik :
Contoh Soal 1 :
Tentukan hasil dari perpangkatan beberapa bilangan berikut ini :
a. 62
b. (-4)3
c. (-5)4
d. 85

Penyelesaian :
a. 62 = 6 x 6 = 36
b. (-4)3 = (-4) x (-4) x (-4) = -64
c. (-5)4 = (-5) x (-5) x (-5) x (-5) = 625
d. 85 = 8 x 8 x 8 x 8 x 8 = 32768


Contoh Soal 2 :
Coba kalian tentukan hasil dari perpangkatan bilangan berikut :
a. 102
b. 123
c. (-9)3
d. (-25)2

Penyelesaian :
a. 102 = 10 x 10 = 100
b. 123 = 12 x 12 x 12 = 1728
c. (-9)3 = (-9) x (-9) x (-9) = -729
d. (-25)2 = (-25) x (-25) = 625

Demikianlah pembahasan materi mengenai Pengertian Pangkat Kuadrat dan Perpangkatan Bilangan. Semoga kalian bisa memahami penjelasan materi dan contoh - contoh soal yang diberikan dengan mudah sehingga artikel ini bisa membantu kalian dalam menyelesaikan soal - soal yang berkaitan dengan materi ini.
Selamat belajar dan semoga bermanfaat!

1000+ Cara Mudah Menentukan Kelipatan Bilangan Bulat Positif /Semua Udah Terbaru

Kelipatan Bilangan Bulat Positif - Ketika kalian ingin menentukan KPK dari sebuah bilangan, maka kalian harus memahami bagaimana cara mencari kelipatan dari sebuah bilangan positif. Materi ini sangat penting untuk dikuasai karena akan sangat berguna di dalam memahami berbagai materi pelajaran matematika lainnya. Oleh sebab itu materi ini sudah diajarkan sejak sekolah dasar. Kali ini Belajar Matematikaku akan menjelaskan kembali materi tersebut, perhatikan baik-baik.

Cara Mudah Menentukan Kelipatan Bilangan Bulat Positif Memahami Konsep Cara Menentukan Kelipatan Bilangan Bulat Positif Apabila x merupakan anggota himpunan bilangan asli dari (a) = 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, ... Maka kelipatan dari x merupakan semua hasil perkalian antara x dengan masing - masing anggota himpunan (a). Sebagai contoh, kelipatan dari 5 adalah sebagai berikut :
5 x 1 = 5
5 x 2 = 10
5 x 3 = 15
5 x 4 = 20
5 x 5 = 25
5 x 6 = 30
5 x 7 = 35
5 x 8 = 40
5 x 9 = 45
5 x 10 = 50, dan seterusnya.

Berdasarkan operasi perkalian di atas, kita bisa mengetahui kelipatan dari bilangan asli 5 adalah 5, 10, 15, 20, 25, 30, 35, 40, 45, 50, ...

Operasi perkalian seperti itu biasanya muncul dalam soal-soal seperti yang ada di bawah ini :
Contoh Soal 1:
Tentukanlah semua bilangan kelipatan dari 6 yang kurang dari 40

Jawaban :
6 x 1 = 6
6 x 2 = 12
6 x 3 = 18
6 x 4 = 24
6 x 5 = 30
6 x 6 = 36
Maka, bilangan kelipatan dari 6 yang kurang dari 40 adalah 6, 12, 18, 24, 30, dan 36.


Contoh Soal 2:
Tentukanlah semua bilangan kelipatan dari 10 yang lebih dari 20 dan kurang dari 80

Jawaban :
10 x 1 = 10
10 x 2 = 20
10 x 3 = 30
10 x 4 = 40
10 x 5 = 50
10 x 6 = 60
10 x 7 = 70
Maka, semua bilangan kelipatan dari 10 yang lebih dari 20 dan kurang dari 80 adalah 30, 40, 50, 60, dan 70.


Contoh Soal 3:
Cari dan tentukanlah seluruh bilangan yang merupakan kelipatan dari 5 dan 7 yang nilainya kurang dari 64!

Jawaban :
Kelipatan dari 5 :
5 x 1 = 5
5 x 2 = 10
5 x 3 = 15
5 x 4 = 20
5 x 5 = 25
5 x 6 = 30
5 x 7 = 35
5 x 8 = 40
5 x 9 = 45
5 x 10 = 50
5 x 11 = 55
5 x 12 = 60

Kelipatan dari 7 :
7 x 1 = 7
7 x 2 = 14
7 x 3 = 21
7 x 4 = 28
7 x 5 = 35
7 x 6 = 42
7 x 7 = 49
7 x 8 = 56
7 x 9 = 63

Sekarang kalian perhatikan dari contoh soal nomor 3 di atas. Perkalian yang diberi warna merah merupakan kelipatan persekutuan dari kedua angka tersebut (5 dan 7) dari situ kita bisa mengetahui bahwa kelipatan persekutuan dari 5 dan 7 adalah 35. Sehingga KPK dari 5 dan 7 adalah 35.

Setelah memahami konsep Menentukan Kelipatan Bilangan Bulat Positif kalian juga akan mengetahui bagaimana cara menentukan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dari beberapa bilangan.
Selamat belajar dan semoga bermanfaat!

Saturday, October 6, 2018

1000+ Rumus Cara Mencari Jumlah Tabungan Setelah N Tahun /Semua Udah Terbaru

Cara Mencari Jumlah Tabungan Setelah n Tahun - Salah satu jenis soal yang sering muncul ketika ujian nasional adalah mengenai jumlah tabungan setelah n tahun. Soal seperti ini seringkali muncul namun terkadang bentuknya berbeda-beda. Dalam artikel kali ini akan dijelaskan mengenai langkah-langkah yang bisa kalian lakukan guna menyelesaikan soal tersebut dengan cepat dan akurat. Cara pengerjaan tersebut tentunya disertai dengan contoh-contoh soal untuk mempermudah kalian dalam memahaminya.
Perhatikan baik-baik penjelasan berikut ini:

Rumus Cara Mencari Jumlah Tabungan Setelah n Tahun

Cara Menyelesaikan Soal Mencari Jumlah Tabungan Setelah n Tahun

Berikut rumus-rumus yang bisa digunakan dalam menyelesaikan soal-soal tentang cara mencari jumlah tabungan selama n tahun :
=> Rumus besarnya bunga tunggal (BT) dalam n tahun
BT = a% x n x M

=>Rumus mencari jumlah tabungan (JT) setelah n tahun
JT = (a% x n x M) + M


Simak baik-baik contoh soal dan pembahasannya di bawah ini :
Contoh Soal 1 : Bank Rakyat Indonesia (BRI) menerapkan suku bunga sebesar 8% per tahun. jumlah tabungan Heru setelah menabung selama 2,5 tahun adalah Rp. 7.500.000. Lalu, berapakah jumlah tabungan awal Heru?

Penyelesaian :
Diketahui :
Jumlah tabungan = Rp. 7.500.000
Selama (n) = 2,5 tahun = 5/2 tahun
Suku bunga (a%) = 8%
Ditanyakan : M ?
Jawab :
Jumlah tabungan = (a% x n x M) + M
Rp. 7.500.000 = (8% x (5/2) x M) + M
                        = 20%M + M
                        = 0,2 M + M
                        = 1,2 M
M = Rp. 7.500.000 / 1,2
     = Rp. 6.250.000
Jadi, jumlah tabungan awal Heru adalah Rp. 6.250.000,00

Contoh Soal 2 : Pak Ridho menabung disebuah bank sebesar Rp. 800.000. Jika bunga yang berlaku pada bank tersebut adalah 15% per tahun. Hitunglah berapa jumlah uang pak Ridho setelah menabung selama 6 bulan!

Penyelesaian :
Diketahui :
M = RP. 800.000
a% = 15% = 15/100
n = 6 bulan = (6/12) tahun = (1/2) tahun
Ditanya : JT ?
Jawab :
JT = (a% x n x M) + M
     = ((15/100) x (1/2) x 800.000) + 800.000
     = 60.000 + 800.000
     = 860.000
Jadi, jumlah uang pak Ridho setelah menabung selama 6 bulan adalah Rp. 860.000,00

Demikianlah pembahasan materi tentang bagaimana Rumus Cara Mencari Jumlah Tabungan Setelah n Tahun. Semoga artikel ini bisa membantu kalian dalam menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan materi ini.
Selamat belajar dan semoga bermanfaat!

1000+ Rumus Matematika Fungsi Eksponen Dan Logaritma SMA Kelas 12 /Semua Udah Terbaru

Fungsi Eksponen dan Logaritma - Materi ini telah dipelajari pada pelajaran matematika kelas 10 SMA. Pembahasan yang akan disampaikan dalam artikel kali ini akan membahas lebih jauh mengenai fungsi eksponen dan logaritma untuk kelas XII SMA dengan lebih terperinci agar kalian mampu menggunakan aturan-aturan yang berkaitan dengan fungsi eksponen dan logaritme beserta mampu memecahkan masalah yang berhubungan dengan materi ini. Sebelum mempelajari materi ini sebaiknya kalian telah memahami dengan baik mengenai konsep eksponen, persamaan kuadrat, penyelesaian persamaan kuadrat, serta tata cara menggambar kurva suatu persamaan kuadrat dan juga trigonometri. Jika kalian sudah memahami keseluruhan konsep tersebut, maka kalian akan lebih mudah dalam memahami pembahasan materi yang akan disampaikan di dalam artikel ini.

Rumus Matematika Fungsi Eksponen dan Logaritma SMA Kelas 12
Setelah mempelajari materi ini, kalian diharapkan mampu untuk menggambar grafik dan mempergunakan sifat-sifat serta fungsi yang ada di dalam eksponen dan logaritma untuk memecahkan masalah. Selain itu kalian juga diharapkan untuk mampu menggunakan sifat-sifat tersebut untuk menyelesaikan pertidaksamaan eksponen. Langsung saja, simak baik-baik pembahasan materi berikut ini.

Pembahasan Materi Fungsi Eksponen dan Logaritma

Pengertian Fungsi Eksponen Di dalam materi pelajaran matematika kelas X tentu kalian telah mempelajari konsep eksponen bentuk bilangan bulat. Sebelum mempelajari materi tentang eksponen yang ada di dalam artikel ini, maka sebaiknya kalian ingat kembali sifat bilangan berpangkat rasional. Apabila a dan b merupakan bilangan real, p dan q merupakan bilangan rasional maka hubungan yang berlaku adalah sebagai berikut :
Rumus Matematika Fungsi Eksponen dan Logaritma SMA Kelas 12
Dalam materi mengenai eksponen untuk kelas XII akan dibahas lebih mendetail mengenai perpangkatan dimana pangkatnya merupakan suatu fungsi. Bentuk perpangkatan tersebut disebut fungsi eksponen.

Fungsi eksponen mempunyai banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai contoh fungsi ini digunakan dalam proses peluruhan radioactive, proses pertumbuhan tanaman, serta konsep perhitungan yang ada di bank dan masih banyak lagi contoh lainnya.

Persamaan Fungsi Eksponen dan penerapannya Rumus Matematika Fungsi Eksponen dan Logaritma SMA Kelas 12
Rumus Matematika Fungsi Eksponen dan Logaritma SMA Kelas 12
Rumus Matematika Fungsi Eksponen dan Logaritma SMA Kelas 12
Rumus Matematika Fungsi Eksponen dan Logaritma SMA Kelas 12
Rumus Matematika Fungsi Eksponen dan Logaritma SMA Kelas 12

Demikianlah pembahasan materi mengenai Fungsi Eksponen dan Logaritma. Semoga dengan adanya artikel ini bisa membantu kalian dalam menyelesaikan soal-soal yang berhubungan dengan materi ini.
Selamat belajar dan semoga bermanfaat!

Friday, October 5, 2018

1000+ Materi Barisan Dan Deret Aritmatika Terlengkap /Semua Udah Terbaru

Barisan dan Deret Aritmatika -  Sebelum memahami pengertian barisan aritmatika kita harus mengetahui terlebih dahulu mengenai pengertian barisan bilangan. Barisan bilangan merupakan sebuah urutan dari bilangan yang dibentuk dengan berdasarkan kepada aturan-aturan tertentu. Sedangkan barisan aritmatika bisa didefinisikan sebagai suatu barisan bilangan yang tiap - tiap pasangan suku yang berurutan mengandung nilai selisih yang sama persisi, contohnya adalah 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18, ...

Barisan bilangan tersebut bisa disebut sebagai barisan bilangan aritmatika karena masing-masing suku memiliki selisih yang sama yaitu 2. Nilai selisih yang muncul pada barisan aritmatika biasa dilambangkan dengan menggunkaan huruf b. Setiap bilangan yang membentuk urutan suatu barisan aritmatika disebut suku. Suku ke n dari sebuah barisan aritmatika dapat disimbolkan dengan lambang Un jadi untuk menuliskan suku ke 3 dari sebuah barisan kita bisa menuliskannya menjadi U3. Namun, ada pengecualian khusus untuk suku pertama di dalam sebuah barisan bilangan, suku pertama disimbolkan dengan menggunakan huruf a.



Maka, secara umum suatu barisan aritmatika memiliki bentuk :
U1,U2,U3,U4,U5,...Un-1
a, a+b, a+2b, a+3b, a+4b...a+(n-1)b


Cara Menentukan Rumus suku ke-n dari sebuah barisan Pada barisan aritmatika, mencari rumus suku ke-n menjadi lebih mudah karena memiliki nilai selisih yang sama, sehingga rumusnya adalah :
U2 = a + b
U3 = u2 + b = (a + b) + b = a + 2b
U4 = u3 + b = (a + 2b) + b = a + 3b
U5 = u4 + b = (a + 3b) + b = a + 4b
U6 = u5 + b = (a + 4b) + b = a + 5b
U7 = u6 + b = (a + 5b) + b = a + 6b
.
.
.
U68 = u67 + b = (a + 66b) + b = a + 67b
U87 = u86 + b = (a + 85b) + b = a + 86b

Berdasarkan pola urutan di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa rumus ke-n dari sebuah barisan aritmatika adalah :
Un = a + (n-1)b dimana n merupakan bilangan asli


Pengertian Deret Aritmatika Deretan aritmatika didefinisikan sebagai jumlah keseluruhan dari anggota barisan aritmatika yang dihitung secara berurutan. Sebagai contoh kita ambil sebuah barisan aritmatika 8, 12, 16, 20, 24 maka deret aritmatikanya adalah 8 + 12 + 16 + 20 + 24

Untuk menghitung deret aritmatika tersebut masih terbilang mudah karena jumlah sukunya masih sedikit :
8 + 12 + 16 + 20 + 24 = 80

Namun, bayangkan jika deret aritmatika tersebut terdiri dari ratusan suku, tentu akan sulit untuk menghitungnya. Oleh karenanya, kita harus mengetahui rumus untuk menghitung jumlah deret aritmatika. Rumus yang biasa digunakan yaitu :
Sn = (a + Un) x n : 2

Sebelumnya kita sudah mengetahui rumus untuk menghitung Un, maka rumus tersebut bisa dimodifikasi menjadi :
Sn = (a + a +  - 1)b) x n : 2


Sisipan pada Deret Aritmatika Sisipan pada deret aritmatika bisa diperoleh dengan cara menambahkan deret kecil aritmatika lainnya diantara dua buah suku yang berurutan di dalam sebuah deret aritmatika. Agar kalian bisa memahami, perhatikan baik-baik contoh di bawah ini:
Deret aritmatika awal = 2+8+14+20+26+32
Deret aritmatika setelah diberi sisipan = 2+4+6+8+10+12+14+16+18+20+22+24+26+28+30+32

Nilai selisih pada deret aritmatika yang telah diberi sisipan (b1) bisa diketahui dengan menggunakan rumus :
b1 = b/(k+1)
ket :
b1 = selisih pada deret yang telah diberi sisipan
b = selisih pada deret aritmatika awal
k = banyaknya bilangan yang disisipkan

Sebagai contoh untuk menghitung selisih deret baru pada deret aritmatika yang telah dijelaskan di atas adalah :
Deret awal = 2+8+14+20+26+32
Deret baru = 2+4+6+8+10+12+14+16+18+20+22+24+26+28+30+32

Rumus : b1 = b/(k+1)

Diketahui :
b = 8 - 2 = 6
k = 2
Maka :
b1 = 6/(2+1)
     = 6/3
     = 2

Demikianlah pembahasan materi mengenai Barisan dan Deret Aritmatika. Sebenarnya materi ini tidak terlalu sulit untuk dipahami, hanya dibutuhkan ketelitian dalam menghitung setiap suku yang ada agar hasilnya menjadi benar. Untuk memperdalam pemahaman dan pengetahuan kalian mengenai barisan dan deret aritmatika, sebaiknya kalian terus berlatih dengan mencoba memecahkan soal-soal yang berkaitan dengan materi ini.
Selamat belajar dan semoga bermanfaat!

1000+ Materi Ruang Dimensi Tiga Matematika SMA Kelas X /Semua Udah Terbaru

Belajar Matematikaku - Artikel kali ini akan membahas materi tentang ruang dimensi tiga matematika mengenai jarak, sudut, dan volume bangun ruang. Untuk lebih jelasnya perhatikan baik-baik pembahasan berikut ini.

Materi Ruang Dimensi Tiga Matematika SMA Kelas X

Jarak Garis tegak lurus bidang
Merupakan sebuah garis yang posisinya tegak lurus pada suatu bidang dimana garis tersebut tegak lurus terhadap setiap garis yang ada pada bidang tersebut.
Materi Ruang Dimensi Tiga Matematika SMA Kelas X
Jarak titik dan garis
Jarak titik A dengan garis G merupakan panjang ruas dari garis AA' merupakan proyeksi dari A pada G.
Materi Ruang Dimensi Tiga Matematika SMA Kelas X
Jarak titik dan bidang
Jarak antara titik A dan bidang merupakan panjang dari ruas garis AA' dimana titik A' adalah proyeksi dari titik A pada bidang.
Materi Ruang Dimensi Tiga Matematika SMA Kelas X
Jarak antara dua garis sejajar
Untuk mengetahui jarak antar dua garis sejajar, kita harus menggambar sebuah garis lurus diantara keduanya. Jarak titik potong yang dihasilkan merupakan jarak dari kedua garis itu.
Materi Ruang Dimensi Tiga Matematika SMA Kelas X
Jarak garis dan bidang yang sejajar
Untuk menentukan jarak antara garis dan bidang adalah dengan membuat proyeksi garis pada bidang. Jarak antara garis dengan bayangannya adalah jarak garis terhadap bidang.
Materi Ruang Dimensi Tiga Matematika SMA Kelas X
Jarak antar titik sudut pada kubus
Jarak antar titik sudut pada kubus bisa diketahui melalui rumus :
diagonal sisi     AC = a2
diagonal ruang CE = a3
ruas garis         EO = a/26

Penting untuk diingat :
Ketika kalian ingin menentukan jarak, hal yang pertama kali harus kalian lakukan adalah membuat garis - garis bantu yang membentuk segitiga. Dengan begitu kalian akan lebih mudah dalam mencari jarak yang ditanyakan di dalam soal.

Sudut Sudut antara garis dan bidang
Merupakan sudut yang terbentuk antara garis dengan bayangannya apabila garis tersebut diproyeksikan terhadap bidang yang ada di bawahnya.
Materi Ruang Dimensi Tiga Matematika SMA Kelas X
Sudut antara dua bidang
Merupakan sudut yang terbentuk oleh dua buah garis lurus yang posisinya tegak lurus dengan garis potong pada bidang α dan β
Materi Ruang Dimensi Tiga Matematika SMA Kelas X
Penting untuk diingat:
Ketika kalian ingin menentukan sudut, hal pertama yang harus kalian lakukan adalah menentukan terlebih dahulu titik potong diantara dua objek yang akan dicari sudutnya, setelah itu buatlah garis - garis bantu yang membentuk segitiga.

Volume bangun ruang Untuk mempelajari materi mengenai volume bangun ruang, kalian bisa mempelajari artikel yang berjudul Rumus Matematika SMP Kelas 9 Semester Ganjil.


Demikianlah pembahasan Materi Ruang Dimensi Tiga Matematika SMA Kelas X, semoga kalian bisa memahami apa yang telah dijelaskan di atas, sehingga artikel ini bisa membantu kalian dalam mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan materi ini.
Selamat belajar dan semoga bermanfaat!

Thursday, October 4, 2018

1000+ Contoh Soal Persamaan Linear Satu Variabel Dalam Kehidupan Sehari-hari /Semua Udah Terbaru

Contoh Soal Persamaan Linear Satu Variabel - Dalam artikel sebelumnya telah dijelaskan materi mengenai Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel. Materi kali ini akan membahas lebih rinci mengenai persamaan linear satu pariabel ke dalam beberapa contoh soal. Agar kalian bisa lebih memahami materi ini, perhatikan baik-baik pembahasan contoh soal di bawah ini :

Contoh Soal Persamaan Linear Satu Variabel Dalam Kehidupan Sehari-hari
Contoh Soal Persamaan Linear Satu Variabel Contoh Soal 1:
Pak Amri memiliki sebidang tanah berbentuk persegi panjang dengan lebar 5 meter lebih pendek dari panjangnya. Keliling tanah pak Amri adalah 50 meter. Berapakah ukuran panjang dan lebar tanah Pak Amri?

Penyelesaian :
Diketahui :
Keliling tanah = 50 meter
Misalkan ukuran panjang tanah = x, maka lebar tanah = x - 5
Keliling tanah = Keliling persegi panjang
                   50 = 2 (p + l)
                        = 2 (x + x - 5)
                        = 2 (2x - 5)
                        = 4x - 10
          50 + 10 = 4x
                  60 = 4x
             60 : 4 = x
                  15 = x
Jadi, Panjang tanah = x = 15 meter
Lebar tanah = x - 5 = 15 - 5 = 10 meter


Contoh Soal 2 :
Diketahui jumlah tiga bilangan genap yang berurutan adalah 66. Tentukanlah bilangan yang paling kecil!

Penyelesaian :
Diketahui :
Tiga bilangan genap berjumlah 66
Bilangan genap memiliki pola +2, misalkan bilangan genap yang pertama adalah x, maka bilangan genap kedua dan ketiga berturut - turut adalah x + 2, dan x + 4, sehingga :
bilangan 1 + bilangan 2 + bilangan 3 = 66
x + (x+2) + (x+4) = 66
                  3x + 6 = 66
                        3x = 60
                          x = 20
bilangan genap pertama = x = 20
bilangan genap kedua = x + 2 = 20 + 2 = 22
bilangan genap ketiga = x + 4 = 20 + 4 = 24


Contoh Soal 3 :
Nilai x yang memenuhi persamaan 3x + 5 = 14 adalah ...

Penyelesaiannya :
3x + 5 = 14
3x = 14 - 5
     = 9
  x = 9 : 3
     = 3


Contoh Soal 4 :
Untuk persamaan 4x + y = 12, jika x = -1 maka y adalah ...

Penyelesaian :
4 (-1) + y = 12
     -4 + y = 12
      y = 12 + 4
         = 16


Contoh Soal 5 :
Nilai x yang memenuhi persamaan 5x - 7 = 3x + 5 adalah ...

Penyelesaiannya :
5x - 7 = 3x + 5
5x - 3x = 5 + 7
2x = 12
  x = 6

Demikianlah pembahasan materi mengenai Contoh Soal Persamaan Linear Satu Variabel Dalam Kehidupan Sehari-hari. Semoga dengan adanya artikel ini bisa membantu kalian dalam mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan materi ini.
Selamat belajar dan semoga bermanfaat!