Showing posts with label Matematika Dasar. Show all posts
Showing posts with label Matematika Dasar. Show all posts

Thursday, October 25, 2018

1000+ Pembahasan Contoh Soal Tentang Satuan Waktu Dalam Matematika /Semua Udah Terbaru

Satuan Waktu Dalam Matematika - Sebelum mempelajari contoh soal tentang satuan waktu dalam matematika, sebaiknya kalian membaca terlebih dahulu artikel sebelumnya yaitu mengenai Konversi Satuan Pengukuran Waktu agar kalian bisa lebih mudah mengerti dengan pembahasan materi kali ini. Di dalam materi ini khusus membahas soal-soal tentang seputar satuan waktu. Untuk lebih jelasnya, perhatikan baik-baik pembahasan contoh soal di bawah ini :

Pembahasan Contoh Soal Tentang Satuan Waktu Dalam Matematika
Pembahasan Contoh Soal Tentang Satuan Waktu Dalam Matematika Contoh Soal 1 :
Suatu hari Revi menanam pohon pisang, pohon tersebut akan siap dipanen setelah umur 5 bulan 1 minggu 3 hari. Berapa hari tanaman tersebut akan siap di panen?

Penyelesaian :
Karena yang ditanya adalah hari, jadi kita harus mengubah satuan waktu tersebut menjadi satuan waktu dalam bentuk hari, sehingga :
Diketahui : 5 bulan = 5 x 30 hari
                                  = 150 hari
                1 minggu = 7 hari
Jadi, tanaman pohon pisang akan siap dipanen setelah berumur 150 hari + 7 hari + 3 hari = 160 hari.


Contoh Soal 2 :
Seorang ibu ingin menjenguk anaknya yang masuk rumah sakit. Ia berangkat dari rumahnya pada pukul 08.00 dengan mengendarai sepeda motor. Lama waktu yang ditempuh untuk sampai di rumah sakit adalah 2 jam 10 menit. Pukul berapakah ibu tersebut tiba di rumah sakit?

Penyelesaian :
Diketahui : berangkat pukul  = 08.00
                    Lama perjalanan = 2 jam 10 menit
Ditanya : waktu tiba di rumah sakit ?
Jawab :
Waktu berangkat  =  08.00
Lama perjalanan   =  02.10 +
                                    10.10
Jadi, ibu tiba di rumah sakit pada pukul 10.10.


Contoh Soal 3 :
Pak Ahmad adalah seoarang pedagang tempe di pasar. Ia berangkat dari rumah pada pukul 07.00 kemudian pulang pukul 16.00 setiap hari. Hari sabtu dan minggu Pak Ahmad libur. Berapa jam Pak Ahmad berjualan di pasar dalam seminggu ?

Penyeleaian :
Diketahui : Pak Ahmad berjualan  dari pukul 07.00 hingga pukul 16.00
                    Hari sabtu dan minggu libur
Ditanya : Lama Pak Ahmad berjualan dalam seminggu ?
Jawab :
Lama bekerja dalam sehari :
16.00
07.00 -
09.00 (9 jam)
Lama bekerja dalam seminggu = 09.00 x 5 hari = 45.00 atau 9 jam x 5 hari = 45 jam
Jadi, dalam seminggu Pak Ahmad berjualan selama 45 jam.


Contoh Soal 4 :
Pada Tahun 2015 usia paman 4 windu. Tahun berapakah paman dilahirkan ?

Penyelesaian :
Diketahui :
Usia paman pada tahun 2015 = 4 windu = 4 x 8 tahun = 32 tahun
Tahun lahir paman = 2015 - 32 tahun = 1983
Jadi, paman dilahirkan pada tahun 1983.


Contoh Soal 5 :
Dalam sebuah perlombaan lari marathon Bobi sampai di garis finish membutuhkan waktu 32 menit 18 detik, sementara agung membutuhkan waktu selama 30 menit 14 detik. Berapakah selisih waktu mereka dalam mencapai garis finish ?

Penyelesaian :
Diketahui :
Waktu yang dibutuhkan bobi    = 32 menit 18 detik
Waktu yang dibutuhkan agung = 30 menit 14 detik -
                                                             2 menit   4 detik
Jadi, selisih waktu dalam mencapai garis finish adalah 2 menit 4 detik.

Demikianlah pembahasan materi mengenai Pembahasan Contoh Soal Tentang Satuan Waktu Dalam Matematika. Semoga kalian bisa memahami penjelasan contoh soal di atas dengan mudah sehingga artikel ini bisa membantu kalian dalam menyelesaikan soal-soal tentang satuan waktu.
Selamat belajar dan semoga bermanfaat!

Wednesday, October 24, 2018

1000+ Pengertian Sifat Distributif Matematika Dilengkapi Pembahasan Contoh Soal /Semua Udah Terbaru

Sifat Distributif Matematika - Sifat distributif matematika merupakan sebuah sifat yang berhubungan dengan operasi hitung yang berlaku pada bilangan bulat. Bilangan bulat adalah kelompok bilangan yang terdiri dari gabungan antara bilangan cacah dan bilangan negatif (...., -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3,....).

Pengertian Sifat Distribtif Matematika Dilengkapi Pembahasan Contoh Soal

Pengertian Sifat Distributif Matematika Dilengkapi Pembahasan Contoh Soal

Pengertian Sifat Distributif Matematika Di bawah ini merupakan pengertian sifat distributif menurut wikipedia : "Distributif adalah suatu penggabungan dengan cara mengkombinasikan bilangan dari hasil operasi terhadap elemen - elemen kombinasi tersebut."
Secara sederhana, sifat distributif juga disebut sebagai penyebaran. Bentuk sifat distributif di dalam operasi hitung matematika dijabarkan seperti berikut ini : a x (b + c) = (a x b) + (b x c)                 atau s x (b - c) = (a x b) - (a x c)
Beberapa cara berlaku dalam penghitungan sifat distributif, Berikut penjelasannya : Menyatukan angka pengali Sebagai contoh : (4 x 6) + (4 x 3) = ....
Berdasarkan perhitungan di atas, angka pengali yaitu sama-sama dikalikan 4 sehingga, dengan sifat distributif dapat dijabarkan menjadi : (4 x 6) + (4 x 3) = 4 x (6 + 3)

Menjumlahkan angka yang dikalikan Contoh : 2 x (3 + 4) = 2 x 7 = 14

Memisahkan angka pengali Contoh : 10 x (8 + 4) = (10 x 8) + (10 x 4)                     = 80 + 40                     = 120
Agar kalian bisa lebih memahami uaraian di atas, berikut ini saya lampirkan beberapa contoh soal dan penyelesaiannya mengenai materi ini :

Contoh Soal Mengenai Sifat Distributif Matematika Contoh Soal 1 : a. 5 x (6 + 3)
b. 2 x (4 - 6)
c. 9 x (4 + 2)

Penyelesaian :
a. 5 x (6 + 3) = (5 x 6) + (5 x 3) = 30 + 15 = 45
b. 2 x (4 - 6) = (2 x 4) - (2 x 6) = 8 - 12 = -4
c. 9 x (4 + 2) = (9 x 4) + (9 x 2) = 36 + 18 = 54


Contoh Soal 2 :
a. 4 x (-6 + (-2))
b. 8 x (2 + (-9))
c. -4 x (12 + (-3))

Penyelesaian :
a. 4 x (-6 + (-2)) = (4 x -6) + (4 x -2) = -24 + -8 = -32
b. 8 x (2 + (-9)) = (8 x 2) + (8 x -9) = 16 + -72 = -56
c. -4 x (12 + (-3)) = (-4 x 12) + (-4 x -3) = -48 + 12 = -36

Demikianlah pembahasan materi mengenai Pengertian Sifat Distribtif Matematika Dilengkapi Pembahasan Contoh Soal. Semoga kalian bisa memahami penjelasan dan pembahasan contoh soal di atas dengan mudah sehingga artikel ini bisa membantu kalian dalam mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan materi ini.
Selamat belajar dan semoga bermanfaat!

Tuesday, October 23, 2018

1000+ Pengertian Sifat Komutatif Matematika Dilengkapi Pembahasan Contoh Soal /Semua Udah Terbaru

Pengertian Sifat Komutatif Matematika - Selain Sifat Distributif yang telah dijelaskan pada artikel sebelumnya, di dalam matematika juga ada yang dinamakan dengan sifat komutatif. Sifat komutatif diartikan sebagai sia pertukaran di dalam sebuah operasi hitung matematika. Perhatikan baik - baik perhitungan gambar berikut ini :

Pengertian Sifat Komutatif Matematika Dilengkapi Pembahasan Contoh Soal
Berdasarkan gambar di atas kita bisa menyimpulkan bawa sifat komutatif di dalam matematika memenuhi rumus a + b = b + a dimana a dan b merupakan bilangan bulat. Sifat ini tidak hanya berlaku pada operasi penjumlahan namun juga berlaku pada operasi perkalian (a x b = b x a). Jadi, pada sifat komutatif matematika diperbolehkan melakukan pertukaran angka di dalam penjumlahan dan perkalian dengan hasil yang tetap sama.

Pembahasan Contoh Soal Sifat Komutatif Matematika

A. Sifat Komutatif Pada Operai Hitun Penjumlahan Contoh :
Hitunglah hasil dari 10.483 + 32.514 = ....

Penyelesaian :
Hasil dari 10.483 + 32.514 = 42.997

Jika kedua bilangan tersebut kita tukar tempatnya, maka hasilnya akan tetap sama :
32.514 + 10.483 = 42.997
Artinya, hukum komutatif berlaku untuk operasi hitung penjumlahan.
B. Sifat Komutatif Pada Operasi Hitung Pengurangan Contoh : 52.841 - 30.512 = ....
Penyelesaian : 52.841 - 30.512 = 22.329
Seandainya posisi kedua bilangan tersebut kita tukar maka hasilnya akan berbeda : 30.512 - 52.841 = -22.329 Terlihat bahwa hasilnya menjadi negatif. Artinya, sifat komutatif tidak berlaku untuk operasi hitung pengurangan (a - b  b - a)
C. Sifat Komutatif Pada Operasi Hitung Perkalian Contoh : 12 x 24 = ....
Penyelesaian : 12 x 24 = 288
Untuk membuktikan apakah sifat komutatif berlaku pada operasi hitung perkalian maka kita tukar posisi kedua bilangan tersebut : 24 x 12 = 288 Ternyata hasilnya tetap sama. Artinya, sifat komutatif berlaku pada operasi hitung perkalian.
D. Sifat Komutatif Pada Operasi Hitung Pembagian Contoh : 40 : 10 = 4
Jika kedua bilangan tersebut kita tukar apakah hasilnya akan tetap sama ? 10 : 40 = 0,25 Ternyata setelah posisinya kita tukar hasil yang didapatkan berbeda. Maka disimplkan bahwa sifat komutatif tidak bisa berlaku di dalam operasi hitung pembagian (a : b  b : a)
Cukup sampai disini dulu pembahasan materi mengenai Pengertian Sifat Komutatif Matematika Dilengkapi Pembahasan Contoh Soal. Semoga kalian bisa memahami penjelasan materi dan contoh soal yang telah disampaikan di atas dengan baik sehingga kalian tidak akan mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan materi ini.
Selamat belajar dan semoga bermanfaat!

Monday, October 22, 2018

1000+ Sifat-Sifat Bangun Ruang Lengkap /Semua Udah Terbaru

Sifat-Sifat Bangun Ruang - Bangun ruang atau biasa disebut dengan bangunan tiga dimensi merupakan jenis bangun yang memiliki ruang dan sisi-sisi yang membatasinya. Jumlah dan bentuk setiap sisi yang ada menjadi ciri khas tersendiri dari sebuah bangun ruang. Materi kali ini akan menjelaskan tentang sifat-sifat dari bangun ruang. Untuk lebih jelasnya perhatikan baik-baik penjelasan di bawah ini.

Sifat-Sifat Bangun Ruang Lengkap

Pembahasan Sifat-Sifat Berbagai Jenis Bangun Ruang

Sifat Bangun Ruang Kubus Sifat-sifat yang menjadi ciri khas bangun ruang kubus adalah :
- Mempunyai enam buah sisi dengan ukuran dan bentuk yang sama
- Terdiri dari 12 rusuk dengan ukuran yang sama
- Rusuk tersebut saling bertemu dan membentuk delapan sudut yang besarnya juga sama yaitu 90 derajat.

Sifat Bangun Ruang Balok Sifat-sifat yang menjadi ciri khas balok adalah :
- Mempunyai empat buah sisi dengan bentuk persegi panjang
- Terdapat dua buah sisi dengan bentuk yang sama
- Terdapat empat buah rusuk yang memiliki ukuran yang sama


Sifat Bangun Ruang Tabung Sifat-sifat yang menjadi ciri khas tabung adalah :
- Mempunyai sisi alas dan atas yang bentuknya sama berupa lingkaran
- Mempunyai sisi lengkung atau selimut yang menjadi penghubung antara sisi alas dan atas

Sifat Bangun Ruang Kerucut Sifat-sifat yang menjadi ciri khas kerucut adalah :
- Memiliki alas yang berbentuk lingkaran
- Memiliki titik puncak atas
- Memiliki selimut (sisi) yang berbentuk lengkungan

Sifat Bangun Ruang Limas Segitiga Sifat-sifat yang menjadi ciri khas limas segitiga adalah :
- Mempunyai alas yang berbentuk segitiga
- Terdapat tiga buah sisi yang berbentuk segitiga
- Terbentuk dari enam buah rusuk
- Mempunyai tiga rusuk yang ukurannya sama
- Mempunyai titik puncak atas

Sifat Bangun Ruang Limas Segi empat Sifat-sifat yang menjadi ciri khas limas segi empat adalah :
- Mempunyai alas yang berupa segi empat
- Mempunyai empat buah sisi yang berbentuk segitiga
- Memiliki empat buah rusuk yang ukurannya sama
- Mempunyai titik puncak atas

Sifat Bangun Ruang Prisma Sifat-sifat yang menjadi ciri khas prisma adalah :
- Memiliki lima buah sisi, dua buah sisi berbentuk segitiga dan tiga buah sisi berbentuk persegi panjang
- Memiliki enam buah titik sudut
- Memiliki sembilan rusuk


Sifat Bangun Ruang Bola Sifat-sifat yang menjadi ciri khas bola adalah :
- Hanya mempunyai satu buah sisi
- Tidak mempunyai titik sudut
- Mempunyai satu sisi lengkung yang tertutup

Demikianlah pembahasan materi mengenai Sifat - Sifat Bangun Ruang Lengkap. Semoga kalian bisa memahami penjelasan di atas sehingga pengetahuan kalian tentang bangun ruang terus bertambah.
Selamat belajar dan semoga bermanfaat!

1000+ Tangga Konversi Pengukuran Satuan Berat Dalam Matematika /Semua Udah Terbaru

Tangga Satuan Berat - Dalam kehidupan sehari - hari, kita sering menemukan satuan berat. Misalnya disaat kita menimbang berat badan atau suatu barang, ukuran tersebut tentu dinyatakan dalam bentuk satuan ukuran berat yang biasa menggunakan kilogram (kg). Masih banyak contoh lain dari penggunaan ukuran satuan berat yang sering kita jumpai dan tentunya tidak mungkin untuk dijelaskan semuanya dalam artikel ini. Kita hanya akan membahas daftar urutan tangga satuan berat yang biasa digunakan dalam pelajaran dan perhitungan matematika.

Tangga Konversi Pengukuran Satuan Berat Dalam Matematika

Tangga Konversi Pengukuran Satuan Berat Dalam Matematika

Tangga Konversi Pengukuran Satuan Berat Dalam Matematika Untuk lebih jelasnya mengenai pengukuran satuan berat, di bawah ini diberikan beberapa contoh soal yang bisa kalian pelajari dengan baik :

Pembahasan Contoh Soal Satuan Berat Dalam Matematika Contoh Soal 1 :
Ibu Mira membeli 2 kuintal gula, 8 kuintal tepung terigu, dan 1 ton beras. Berapakah jumlah keseluruhan berat barang yang dibeli Ibu Mira dalam ukuran kilogram ?

Penyelesaian :
Terlebih dahulu kita ubah semua satuan ke dalam bentuk kilogram, sehingga :
2 kuintal = 2 x   100 kg = 200 kg
1 ton      = 1 x 1000 kg = 1000 kg
Setelah itu kita tambahkan semuanya :
200 kg + 1000 kg = 1200 kg
Jadi, Jumlah keseluruhan berat barang yang dibeli oleh Ibu Mira adalah 1200 kg


Contoh Soal 2 :
Sebuah mobil pengangkut beras membawa beras sebanyak 3 karung. Karung yang pertama memiliki bobot 2,5 kuintal, karung yang kedua memiliki bobot 0,2 ton, dan karung yang ketiga memiliki bobot 3.180 ons. Maka, hitunglah berat keseluruhan beras yang dibawa mobil tersebut !

Penyelesaian :
Terlebih dahulu kita ubah semua satuan ke dalam bentuk kilogram, sehingga :
2,5 kuintal = 25 x 100 kg = 2500 kg
0,2 ton      = 0,2 x 1000 kg = 200 kg
3.180 ons  = 3180 : 10    = 318 kg
Kemudian kita tambahkan semuanya :
2500 + 200 + 318 = 3018 kg
Jadi, Berat keseluruhan beras yang dibawa mobil tersebut adalah 3.018 kg


Demikianlah pembahasan materi mengenai Tangga Konversi Pengukuran Satuan Berat Dalam Matematika. Semoga kalian bisa memahami penjelasan dan contoh soal di atas dengan mdah sehingga artikel ini bis membantu kalian dalam mengerjakan soal-soal tentang satuan berat dalam matematika.
Selamat belajar dan semoga bermanfaat!

Sunday, October 21, 2018

1000+ Tangga Konversi Satuan Ukuran Panjang Dalam Matematika /Semua Udah Terbaru

Konversi Satuan Ukuran Panjang - Dalam artikel sebelumnya telah disampaikan pembahasan materi mengenai Tangga Konversi Satuan Berat Dalam Matematika, maka artikel kali ini kita lanjutkan mengenai materi yang masih berhubungan yaitu tentang konversi satuan ukuran panjang yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari - hari. Sama halnya dengan satuan ukuran berat, tiap satuan ukuran panjang dituliskan dalam sebuah tangga yang berurutan dimana apabila kita ingin mengubah sebuah satuan yang berada satu tingkat di bawahnya, maka kita harus mengalikannya dengan 10. Sebaliknya jika kita ingin merubah suatu satuan panjang menjadi satuan lain yang berada satu tingkat di atasnya, maka kita harus membaginya dengan angka 10. Tangga konversi ini dibuat agar kita lebih mudah dalam mengingat serta melakukan konversi atau perubahan nilai antara satuan pada satu tingkat dengan tingkatan yang lainnya. Di bawah ini merupakan gambar tangga urutan satuan panjang dalam matematika :

Tangga Konversi Satuan Ukuran Panjang Dalam Matematika

Konversi Satuan Ukuran Panjang Dalam Matematika

Tangga Konversi Satuan Ukuran Panjang Dalam Matematika Untuk memahami konversi satuan ukuran panjang yang telah dipaparkan di atas, berikut ada beberapa contoh soal mengenai materi ini :
Pembahasan Contoh Soal Konversi Satuan Ukuran Panjang Contoh Soal 1 : Ibu Ani adalah seorang penjahit pakaian. Suatu hari ia menjahit pakaian dengan panjang benang 20 dm kemudian malamnya ia menjahit lagi dengan panjang benang 500 mm. Berapakah jumlah keseluruhan panjang benang tersebut ?

Penyelesaian :
Terlebih dahulu kita samakan satuannya menjadi centimeter, sehingga :
20 dm  = 200 cm
500 mm = 50 cm
Kemudian kita jumlahkan keseluruhannya menjadi satuan centimeter :
200 cm + 50 cm = 250 cm
Jadi, panjang benang yang digunakan Ibu Ani untuk menjahit adalah 250 cm.


Contoh Soal 2 :
Pak Alek menanam sebuah pohon pisang. Saat di tanam panjang pohon tersebut 10 dm, satu bulan kemudian pohon tersebut bertambah tinggi sepanjang 350 mm dan saat itu juga Pak Alek memotong bagian atas pohon tersebut sehingga tinggi dari pohon pisang itu berkurang 20 cm. Maka, berapakah tinggi pohon pisang milik Pak Alek sekarang ?

Penyelesaian :
Terlebih dahulu kita samakan satuannya menjadi centimeter :
Diketahui panjang awal : 10 dm = 100 cm
Kmudian bertambah : 350 mm = 35 cm
Lalu dipotong : 20 cm
Setelah itu kita hitung hasilnya :
100 cm + 35 cm - 20 cm = 115 cm
Jadi, tinggi pohon pisang milik Pak Alek adalah 115 cm.


Contoh Soal 3 :
Sebuah proyek pengaspalan jalan melakukan pengaspalan sejauh 12 km. Dua ruas jalan yang sudah selesai diaspal sepanjang 300 dam dan 5000 m. Maka, berapa jauhkah jalan yang belum diaspal ?

Penyelesaian :
Kita samakan dulu satuannya menjadi meter :
12 km = 12000 m
300 dam = 3000 m
5000 m
Kemudian kita hitung hasilnya :
12000 m - 3000 m - 5000 m = 4000 m
Jadi, jalan yang belum diaspal sejauh 4000 m.


Contoh Soal 4 :
Suatu hari Heru menyambung sebuah tali dengan panjang 50 cm, 25 dm, dan 15 m. Maka, berapakah panjang tali tersebut setelah disambung ?

Penyelesaian :
Terlebih dahulu kita samakan satuannya menjadi centimeter :
25 dm = 250 cm
15 m = 1500 cm
Kemudian kita hitung :
25 cm + 250 cm + 1500 cm = 1775 cm.
Jadi, panjang tali tersebut setelah disambung adalah 1775 cm.


Contoh Soal 5 :
Seorang atlit tela berlari sejauh 2 km lebih 500 meter, kemudian ia berlari lagi sejauh 12,5 dam. Berapakah jarak yang telah ditempuh oleh atlit lari tersebut ?

Penyelesaian :
Kita samakan dulu satuannya menjadi meter :
2 km lebih 500 meter = 2500 meter
12,5 dam = 125 meter
Kemudian kita hitung :
2500 m + 125 m = 2625 meter
Jadi, jarak yang telah ditempuh oleh atlit lari tersebut adalah 2625 meter.


Demikianlah pembahasan materi mengenai Tangga Konversi Satuan Ukuran Panjang Dalam Matematika yang dilengkapi dengan pembahasan contoh-contoh soal. Semoga kalian bisa memahami materi ini dengan baik sehingga kalian tidak akan mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal tentang satuan panjang.
Selamat belajar dan semoga bermanfaat!

1000+ Pengertian Dan Macam-Macam Simetri Pada Bangun Datar /Semua Udah Terbaru

Macam-Macam Simetri Bangun Datar - Setiap bangun datar mempunyai sifat tersendiri yang menjadi ciri khas bangun datar tersebut. Diantara sifat-sifat tersebut ada yang dinamakan simetri. Dalam pembahasan kali ini kita akan membahas materi yaitu mengenai macam-macam simetri pada bangun datar. Untuk lebih jelasnya perhatikan baik-baik pembahasan di bawah ini.

https://www.belajarmatematikaku.com/2016/09/pengertian-dan-macam-macam-simetri-pada-bangun-datar.html

Pengertian Dan Macam-Macam Simetri Pada Bangun Datar

Simetri Lipat Simetri lipat pada bangun datar didefinisikan sebagai banyaknya lipatan pada bangun datar yang bisa membagi bangun datar tersebut sehingga setengah bagian dari bangun datar tersebut bisa menutupi setengah bagian yang lain. Garis yang dapat membagi sebuah bangun datar menjadi dua dan kongruen disebut sebagai sumbu simetri. Perlu diketahui bahwa tidak semua bangun datar mempunyai garis yang disebut dengan sumbu simetri. Beberapa bangun datar tidak memiliki sumbu simetri sama sekali. Di bawah ini beberapa gambar bangun datar yang memiliki sumbu simetri :

https://www.belajarmatematikaku.com/2016/09/pengertian-dan-macam-macam-simetri-pada-bangun-datar.html Dalam gambar di atas, garis atau sumbu simetri digambarkan dengan garis putus-putus. Apabila kita melipat atau memotong sebuah bangun datar dengan mengikuti garis-garis simetri tersebut maka bangun datar itu akan terbagi menjadi dua bagian yang sama besar.

Simetri Putar Sebuah bangun datar bisa dikatakan memiliki simetri putar jika ia memiliki sebuah titik pusat dan jika bangun datar tersebut bisa kita putar kurang dari satu putaran penuh untuk mendapatkan bayangan yang tepat seperti bangun semula. Sebagai contoh perhatikan gambar berikut :

https://www.belajarmatematikaku.com/2016/09/pengertian-dan-macam-macam-simetri-pada-bangun-datar.html Dalam gambar di atas, terdapat sebuah bangun datar berbentuk segitiga sama sisi. Apabila kita memutar segitiga tersebut sebanyak 1/3 putaran berlawanan dengan arah jarum jam, maka bentuknya akan tetap sama seperti semula. Kemudian jika kita memutar segitiga sama sisi tersebut sebanyak 2/3 putaran hasil bayangannya tetap sama persis dengan bangun semula. Hal seperti ini artinya segitiga sama sisi mempunyai 3 simetri putar.

Jika kita memutar sebuah bangun datar dan hanya bisa menghasilkan bayangan seperti bangun semula dalam satu putaran penuh, artinya bangun datar tersebut tidak memiliki simetri putar. Contohnya adalah trapesium, bangun datar ini tidak memiliki simetri putar karena kita harus memutar sebanyak satu putaran penuh untuk memperoleh bentuk bayangan trapesium seperti bentuk bangun semula.

Tidak semua bangun datar memiliki simetri putar dan simetri lipat. Beberapa bangun datar ada yang hanya memiliki simetri putar, sementara yang lain ada yang memiliki simetri lipat. Di bawah ini kalian bisa melihat daftar tabel simetri lipat dan simetri putar yang dimiliki oleh tiap-tiap bangun datar :
https://www.belajarmatematikaku.com/2016/09/pengertian-dan-macam-macam-simetri-pada-bangun-datar.html

Demikianlah pembahasan materi mengenai Pengertian Dan Macam - Macam Simetri Pada Bangun Datar. Semoga kalian bisa memahami penjelasan di atas dengan baik sehingga wawasan kalian mengenai bangun datar akan terus bertambah.
Selamat belajar dan semoga bermanfaat!

Thursday, October 18, 2018

1000+ Pengertian Bilangan Cacah Dan Contohnya /Semua Udah Terbaru

Bilangan Cacah dan Contohnya - Sebagaimana telah kita ketahui, di dalam matematika terdapat banyak sekali macam atau jenis bilangan, salah satu diantaranya adalah bilangan cacah. Dalam artikel kali ini kan dijelaskan materi mengenai pengertian bilangan cacah dilengkapi dengan pembahasan contohnya. Untuk lebih jelasnya perhatikan baik-baik penjelasan berikut ini.

Pengertian Bilangan Cacah dan Contohnya

Pengertian Bilangan Cacah dan Contohnya

Pengertian Bilangan Cacah Bilangan cacah didefinisikan sebagai sebuah himpunan bilangan dimana di dalamnya terdiri dari bilangan bulat yang dimulai dari nol dan bukan merupakan bilangan negatif karena bilangan cacah bukan bilangan negatif.

Contoh bilangan cacah :
{0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,...}

Berdasarkan bilangan cacah di atas disimpulkan bahwa bilangan cacah terbentuk dari himpunan bilangan asli dengan menambahkan angka nol di depannya.

Bilangan cacah biasanya disimbolkan dengan huruf "C". Sehingga jika kita ingin menuliskan himpunan bilangan cacah dan semua unsur bilangannya, maka penulisannya adalah sebagai berikut :

{0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,...dst}

Operasi Penjumlahan Pada Bilangan Cacah Di dalam penjumlahan bilangan cacah, berlaku sifat - sifat : - Sifat pertukaran   contohnya : a + b = b + a - Sifat pengelompokkan   contohnya : (a + b) + c = a (b + c) - Sifat identitas   contohnya : a + 0 = 0 + a
Operasi Pengurangan Bilangan Cacah Operasi pengurangan pada bilangan cacah merupakan kebalikan dari operasi penjumlahan. Contoh : a - b = c sama dengan b + c = a (a harus lebih besar dari b) a - b = b - a (jika kedua bilangan nilainya sama maka, a = b) di dalam pengurangan bilangan cacah tidak berlaku sifat identitas karena a - 0  0 -a
Operasi Perkalian Bilangan Cacah Konsep perkalian bilangan cacah didefinisikan sebagai hasil penjumlahan berulang-ulang dari bilangan cacah yang dikalikan, misalnya : 2 x 5 = 2 + 2 + 2 + 2 + 2 sedangkan 5 x 2 = 5 + 5
Di dalam perkalian bilangan cacah juga berlaku sifat : - Sifat pertukaran    a x b = b x a - Sifat pengelompokkan    (a x b) x c = a x (b x c) - Sifat identitas   a x 1 = 1 x a - Sifat distributif   a x (b + c) = (a x b) + (a x c)
Operasi Pembagian Bilangan Cacah Di dalam operasi pembagian bilangan cacah, berlaku konsep pengurangan berulang, misalnya : 10 : 2 = 10 - 2 - 2 - 2 - 2 - 2
Hasil dari pembagian tersebut merupakan jumlah pengulangan angka yang dikurangkan, pada contoh di atas hasil pengurangannya sebanyak 5 kali.
Sama halnya dengan operasi pengurangan bilangan cacah, opersi pembagian bilangan cacah ini juga tidak berlaku sifat - sifat pertukaran, identitas, pengelompokkan, dan distributif.

Demikianlah pembahasan materi mengenai Pengertian Bilangan Cacah dan Contohnya. Semoga kalian bisa memahami penjelasan dan contoh-contoh yang telah disampaikan di atas dengan mudah sehingga pengetahuan kalian tentang bilangan cacah matematika terus bertambah.
Selamat belajar dan semoga bermanfaat!

Monday, October 15, 2018

1000+ Mengenal Lambang Bilangan Romawi Dalam Matematika /Semua Udah Terbaru

Lambang Bilangan Romawi - Materi mengenai lambang bilangan romawi ini, pertama kali dikenalkan disaat masuk sekolah dasar. Materi yang disampaikan yaitu tentang bagaimana cara penulisan angka dengan menggunakan lambang-lambang atau bilangan-bilangan romawi. Oleh sebab itu, materi kali ini akan membahas tentang bilangan romawi. Secara umum, lambang pokok bilangan romawi terdiri dari 7 buah, yaitu :

I  -> 1
V -> 5
X -> 10
L -> 50
C -> 100
D -> 500
M -> 1000

Bilangan Romawi dan Cara Penulisannya

Beberapa cara yang bisa kita lakukan dalam menuliskan sebuah bilangan romawi. Cara yang pertama dikenal dengan sistem pengulangan.

Sistem Pengulangan Di dalam sistem pengulangan kita hanya bisa mengulang lambang tidak lebih dari tiga kali. Lambang bilangan romawi yang bisa dituliskan dengan sistem pengulangan adalah I, X, C, dan M. Sedangkan lambang bilangan romawi yang tidak boleh ditulis dengan sistem pengulangan adalah V, L, dan D. Berikut merupakan contoh penulisan bilangan romawi :

I    = 1
II   = 2
III  = 3

X    = 10
XX  = 20
XXX = 30

C    = 100
CC  = 200
CCC = 300

M   = 1000
MM = 2000
MMM = 3000

Sistem Pengurangan Cara kedua yang bisa kita lakukan dalam menuliskan sebuah bilangan romawi adalah dengan sistem pengurangan. Di dalam sistem pengurangan bilangan yang berada di sebelah kanan bisa dikurangkan dengan bilangan yang berada di sebelah kiri jika nilai bilangan yang di sebelah kiri lebih kecil daripada bilangan yang ada di sebelah kanan. Sistem pengurangan hanya berlaku satu kali. Perhatikan baik - baik contoh penulisan bilangan romawi dengan sistem pengurangan berikut ini :

IV  = 5 - 1  = 4
IX  = 10 - 1  = 9
XL = 50 - 10  = 40
XC = 100 - 10  = 90
CD = 500 - 100  = 400
CM = 1000 - 100  = 900

Sistem Penjumlahan Cara yang ketiga adalah dengan sistem penjumlahan. Sistem penjumlahan hanya boleh dilakukan apabila bilangan tersebut diikuti dengan bilangan yang nilainya sama atau lebih kecil. Sistem penjumlahan hanya boleh dilakukan  maksimal tiga kali. Berikut merupakan contoh penulisan bilangan romawi dengan sistem penjumlahan :

VI     = 5 + 1 = 6
VII    = 5 + 1 + 1 = 7
XI     = 10 + 1 = 11
XII    = 10 + 1 + 1 = 12
LX    = 50 + 10 = 60
XVI  = 10 + 6 = 16
CL   = 10 + 50 = 60
DC   = 500 + 100 = 600
MD  = 1000 + 500 = 1500

Penjumlahan tiga angka :
VIII = 5 + 1 + 1 + 1 = 8
XIII = 10 + 1 + 1 + 1 = 13

Sistem Gabungan Cara penulisan bilangan romawi selanjutnya yaitu dengan menggunakan sistem gabungan. Di dalam sistem gabungan cara penulisannya yaitu menggabungkan antara penjumlahan dan pengurangan bilangan romawi.
Perhatikan baik-baik contoh berikut ini :

CXLIX       = 100 + (50 - 10) + (10 - 1) = 149
XXIV         = 10 + 10 + (5 - 1) = 24
CMXCVIII = (1000 - 100) + (100 - 10) + 8 = 998

Cara Penulisan Bilangan Romawi Dari 1 Hingga 1 Milyar Mengenal Lambang Bilangan Romawi dalam Matematika Keterangan tabel :
=> Tanda 1 strip di bagian atas bilangan romawi berarti bilangan tersebut dikalikan dengan 1000
=> Tanda 2 strip di bagian atas bilangan romawi berarti bilangan tersebut dikalikan dengan 1000.000


Demikianlah pembahasan materi mengenai Mengenal Lambang Bilangan Romawi dalam Matematika. Semoga kalian bisa memahami penjelasan materi di atas dengan mudah sehingga artikel ini bisa menambah wawasan kalian mengenai bilangan romawi.
Selamat belajar dan semoga bermanfaat!

1000+ Cara Menghitung Jarak Titik Ke Titik Garis Dan Bidang /Semua Udah Terbaru

Cara Menghitung Jarak Titik ke Titik, Garis, dan Bidang - Dalam artikel kali ini akan dijelaskan beberapa kemungkinan yang terjadi untuk kedudukan titik terhadap titik, garis, ataupun bidang. Agar kalian bisa memahami materi ini, perhatikan baik-baik penjelasan di bawah ini.
Cara Menghitung Jarak Titik ke Titik, Garis, dan Bidang

Cara Menghitung Jarak Titik ke Titik, Garis, dan Bidang

Jarak Titik ke Titik Yang Lain Coba kalian amati gambar berikut ini :
Cara Menghitung Jarak Titik ke Titik, Garis, dan Bidang Dalam gambar di atas terdapat dua buah titik, yaitu titik A dan titik B. Jarak kedua titik tersebut bisa ditentukan dengan cara menghubungkan titik A dan titik B dengan menggunakan sebuah garis. Panjang garis itulah yang menentukan jarak kedua titik tersebut. Sehingga, jarak dari titik A dengan titik B merupakan panjang ruas garis yang menghubungkan keduanya.

Perhatikan baik-baik contoh soal berikut ini : Contoh Soal 1 :
Jika diketahui panjang rusuk pada kubus di atas adalah 6 cm dan titik X adalah pertengahan antara rusuk AB. Maka hitunglah jarak :
a. Titik H ke titik A
b. Titik H ke titik X
c. Titik H ke titik B
d. Titik E ke titik X

Penyelesaiannya :
a. Titik H ke titik A adalah panjang garis AH. Garis AH merupakan panjang diagonal sisi pada kubus tersebut, maka kita bisa menggunakan teorema phytagoras berikut ini :
A = (EH2 + AE2)
   = (62 + 62)
   = (36 + 36)
   = 72
   = 62


b. Jarak titik H ke titik X adalah panjang garis HX. Panjang AX sama dengan setengah dari panjang rusuk AB, maka :
AX = 1/2 AB = 1/2 x 6 cm = 3 cm
dengan mengunakan teorema phytagoras :
HX = (AH2 + AX2)
      = ((62)2 + 32)
      = (72 + 9)
      = 81
      = 9 cm


c.  Jarak titik H ke titik B adalah panjang garis BH. Garis BH merupakan panjang diagonal ruang pada kubus tersebut, oleh karenanya kita bisa menggunakan teorema phytagoras :
BH = (AH + AB)
      = ((62)2 + 62)
      = (72 + 36)
      = √108
      = 63 cm


d. Jarak titik E ke titik X adalah panjang garis EAX. Panjang AX sama dengan setengah dari panjang rusuk AB, maka :
AX = 1/2 AB = 1/2 x 6 cm = 3 cm
Dengan menggunakan teorema phytagoras :
EX = (AE2 + AX2)
      = (62 + 32)
      = (36 + 9)
      = 45
      = 35 cm

Jarak Titik ke Garis Perhatikan baik-baik gambar di bawah ini :
Cara Menghitung Jarak Titik ke Titik, Garis, dan Bidang Pada ambar di atas terdapat titik A dan garis g. Jarak antara titik A dengan garis  diperoleh dengan menarik garis dari titik A ke garis , garis tersebut berhenti di titik P sehingga terciptalah garis AP yang tegak lurus terhadap garis g. Jarak dari titik A ke garis g merupakan panjang dari garis AP. Sehingga, jarak antara titik dengan garis adalah panjang ruas garis yang ditarik dari titik tersebut secara tegak lurus terhadap garis tersebut.

Perhatikan contoh soal di bawah ini :
Contoh Soal 2 :
Perhatikan gambar berikut :
Cara Menghitung Jarak Titik ke Titik, Garis, dan Bidang Sebuah kubus ABCD.EFGH memiliki panjang rusuk 6 cm dan titik X merupakan pertengahan diantara rusuk AB, maka hitunglah :
a. Jarak titik X ke garis DE
b. Jarak titik X ke garis CE

Penyelesaiannya :
Terlebih dahulu kita buatkan gambar seperti ini :
Cara Menghitung Jarak Titik ke Titik, Garis, dan Bidang a. Jarak titik X ke garis DE adalah panjang garis dari titik X ke titik M yang posisinya tegak lurus terhadap garis DE, seperti pada gambar berikut ini :
Cara Menghitung Jarak Titik ke Titik, Garis, dan Bidang DE = AH dan ME = 1/2 DE = 1/2 AH = 1/2 62 = 32
Dengan menggunakan teorema phytagoras :
MX = (EX2 - ME2)
       = ((35)2  - (32)2)
       = (45 - 18)
       = 27
       = 33


b. Jarak titik X ke garis CE adalah panjang garis dari titik X ke titik N yang posisinya tegak lurus terhadap garis CE, seperti pada gambar berikut ini :
Cara Menghitung Jarak Titik ke Titik, Garis, dan Bidang CE = BH dan NE = 1/2 C = 1/2 BH = 1/2 63 = 33
Dengan menggunakan teorema phytagoras :
NX = (EX2 - NE)2
      = ((35)2 - (33)2)
      = (45 - 27)
      = 18
      = 32

Jarak Titik ke Bidang Perhatikan baik-baik gambar di bawah ini :
Cara Menghitung Jarak Titik ke Titik, Garis, dan Bidang Di dalam gambar di atas terdapat sebuah titik A dan bidang α. Jarak dari titik A ke bidang α bisa diketahui dengan cara menghubungkan titik A secara tegak lurus dengan bidang α. Sehingga, jarak dari suatu titik ke suatu bidang merupakan jarak dari titik tersebut ke proyeksinya pada bidang itu.

Perhatikan baik-baik contoh soal berikut ini :
Contoh Soal 3 :
Perhatikan gambar kubus ABCD.EFGH di bawah ini :
Cara Menghitung Jarak Titik ke Titik, Garis, dan Bidang Jika diketahui panjang rusuk kubus di atas adalah 6 cm dan titik X adalah pertengahan antara rusuk AB. Maka hitunglah jarak dari titik X ke bidang CDEF!

Penyelesaiannya :
Buatlah gambar seperti di bawah ini :
Cara Menghitung Jarak Titik ke Titik, Garis, dan Bidang Jarak titik X ke bidang CDEF adalah panjang garis dari titik X ke titik Z yang tegak lurus terhadap bidang CDEF.
XZ = 1/2 AH = 1/2 62 = 32 cm.


Demikianlah pembahasan materi mengenai Cara Menghitung Jarak Titik ke Titik, Garis, dan Bidang. Semoga kalian bisa memahami penjelasan dan contoh soal yang diberikan dengan baik sehingga kalian tidak akan kesulitan lagi dalam menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan materi ini.
Selamat belajar dan semoga bermanfaat!

Thursday, October 11, 2018

1000+ Rumus Cara Mencari Volume Limas Segitiga Dilengkapi Pembahasan Contoh Soal /Semua Udah Terbaru

Rumus Volume Limas Segitiga - Limas merupakan salah satu bangun ruang yang ada di dalam pembahasan pelajaran matematika. Limas segitiga memiliki empat buah sisi dengan enam rusuk yang saling bertemu pada empat buah titik sudut. Bila digambarkan maka bentuk limas segitiga akan terlihat seperti ini :
Rumus Cara Mencari Volume Limas Segitiga Dilengkapi Pembahasan Contoh Soal
Perlu diingat bahwa limas segitiga berbeda dengan limas segiempat. Yang membedakannya yaitu bentuk alasnya. Pada limas segitiga bentuk alasnya adalah berbentuk segitiga sedangkan pada limas segiempat tentu saja alasnya berbentuk segiempat. Oleh karenanya rumus untuk menghitungnya pun berbeda.

Rumus Cara Mencari Volume Limas Segitiga Untuk mengetahui volume dari sebuah bangun ruang yang berbentuk limas segitiga, maka rumus yang digunakan adalah :

Volume limas segitiga = 1/3 x (1/2 x panjang x lebar) x tinggi
                                   V = 1/3 x (1/2 x p x l) x t

Langsung saja kita lihat bagaimana cara mengaplikasikan rumus tersebut dalam menjawab soal :

Contoh soal dan pembahasan mengenai rumus volume limas segitiga Contoh Soal 1 :
Diketahui sebuah limas memiliki alas berbentuk segitiga dengan panjang 7 cm dan lebar 6 cm. Jika tinggi limas tersebut adalah 10 cm, maka tentukanlah volumenya!

Penyelesaian :
V = 1/3 x (1/2 x p x l) x t
    = 1/3 x (1/2 x 7 x 6) x 10
    = 1/3 x (1/2 x 42) x 10
    = 1/3 x 21 x 10
    = 1/3 x 210
    = 70 cm3
Jadi, volume limas tersebut adalah 70 cm3.


Contoh Soal 2 :
Jika diketahui volume sebuah limas segitiga adalah 30 cm3. Panjang dan lebar limas berturut - turut adalah 9 cm dan 4 cm. Maka berapakah tinggi limas tersebut?

Penyelesaian :
V = 1/3 x (1/2 x p x l) x t
30 cm3 = 1/3 (1/2 x 9 x 4) x t
30 cm3 = 1/3 x (1/2 x 36) x t
30 cm3 = 1/3 x 18 x t
30 cm3 = 6 x t
          t = 30 / 6
            = 5 cm
Jadi, tinggi dari limas tersebut adalah 5 cm.

Cukup sampai disini dulu pembahasan materi kita kali ini. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kalian tentang Rumus cara Mencari Volume Segitiga dan semoga kalian tidak akan mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan materi ini.
Selamat belajar dan semoga bermanfaat!

Wednesday, October 10, 2018

1000+ Rumus Cara Mencari Volume Kerucut Beserta Contoh Soalnya /Semua Udah Terbaru

Rumus Volume Kerucut - Kerucut atau sering disebut sebagai limas istimewa karena bentuk alasnya berbentuk lingkaran. Kerucut mempunyai dua sisi dan satu buah rusuk. Bentuk kerucut sering kita jumpai pada benda - benda disekitar kita seperti topi ulang tahun, nasi tumpeng, pembatas jalan, dan masih banyak benda lainnya yang bentuknya menyerupai kerucut. Gambar kerucut nampak seperti di bawah ini :
Rumus Cara Mencari Volume Kerucut Beserta Contoh Soalnya

Rumus Cara Mencari Volume Kerucut Beserta Contoh Soalnya

Rumus Untuk Mencari Volume Kerucut Karena bentuk alas kerucut merupakan lingkaran dan pada bagian atasnya lancip seperti limas, maka rumus volumenya pun akan mirip dengan tabung ataupun limas. Jika diperhatikan, rumus volume kerucut menggunakan πr2 yang merupakan rumus luas lingkaran. Sementara 1/3 x t digunakan pada rumus volume limas. Maka untuk mengetahui isi ataupun volume dari sebuah bangun ruang yang berbentuk kerucut menggunakan rumus :

Volume kerucut = 1/3 x πr2 x t

Di bawah ini ada beberapa contoh soal yang bisa kalian pelajari guna memahami penggunaan rumus di atas :
Contoh Soal 1 :
Sebuah topi ulang tahun berbentuk kerucut memiliki ukuran jari - jari (r) 7 cm dan tingginya adalah 14 cm. Maka berapakah volume dari topi ulang tahun tersebut ?

Penyelesaian :
Volume kerucut = 1/3 x πr2 x t
                           = 1/3 x 22/7 x 7 x 7 x 14
                           = 1/3 x 154 x 14
                           = 1/3 x 2156
                           = 718.66 cm
Jadi, volume topi ulang tahun tersebut adalah 718,66 cm3.


Contoh Soal 2 :
Diketahui volume dari sebuah pembatas jalan berbentuk kerucut 4620 cm3. Jika jari - jari pembatas jalan tersebut adalah 21 cm, maka berapakah tingginya ?

Penyelesaian :
Volume kerucut  = 1/3 x πr2 x t
           4620 cm3 = 1/3 x 22/7 x 21 x 21 x t
           4620 cm3 = 1/3 x 1386 x t
           4620 cm3 = 462 t
                          t = 4620 / 462
                            = 10
Jadi, tinggi pembatas jalan tersebut adalah 10 cm.

Demikianlah pembahasan materi mengenai Rumus Cara Mencari Volume Kerucut Beserta Contoh Soalnya. Semoga kalian bisa memahami penjelasan dan contoh soal di atas dengan mudah sehingga artikel ini bisa membantu kalian dalam menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan materi ini.
Selamat belajar dan semoga bermanfaat!

Tuesday, October 9, 2018

1000+ Rumus Cara Mencari Luas Selimut Kerucut Dan Contoh Soalnya /Semua Udah Terbaru

Rumus Luas Selimut Kerucut - Dalam artikel sebelumnya, Belajar Matematikaku telah menjelaskan materi mengenai Rumus Cara Mencari Volume Kerucut Beserta Contoh Soalnya.  Maka materi kali ini akan dilanjutkan mengenai bagaimana cara menghitung dan mencari luas selimut dari bangun ruang kerucut. Seperti yang kita ketahui, sebuah kerucut memiliki sisi alas (bawah) yang berbentuk lingkaran. Sedangkan bagian yang membentuk sudut lancip adalah bidang lengkung yang disebut sebagai selimut kerucut. Jadi, kerucut memiliki dua buah sisi, sisi yang pertama yaitu sisi alas sementara sisi yang kedua adalah sisi selimut.
Perhatikan baik - baik gambar berikut ini :

Rumus Cara Mencari Luas Selimut Kerucut Dan Contoh Soalnya Berdasarkan gambar kerucut di atas, tinggi kerucut dilambangkan dengan huruf t, huruf r merupakan jari-jari dan kerucut tersebut, sementara huruf merupakan garis pelukis.

Rumus Cara Mencari Luas Selimut Kerucut Dilengkapi Pembahasan Contoh Soal Jika sebuah kerucut dipotong dengan mengikuti garis pelukisnya, maka akan terbentuk sebuah jaring-jaring kerucut seperti gambar di bawah ini :

Rumus Cara Mencari Luas Selimut Kerucut Dan Contoh Soalnya
Luas kerucut dari gambar di atas merupakan hasil dari penjumlahan luas bidang A dengan luas CBB. Untuk mengetahui luas permukaan dari sebuah kerucut maka kalian harus mencari tahu terlebih dahulu luas dari selimutnya. Luas selimut kerucut bisa diketahui dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

Luas Selimut Kerucut = πsr

π = 22/7
s = panjang garis pelukis
r = jari - jari

Simak baik - baik penggunaan rumus tersebut dalam pembahasan soal di bawah ini :
Contoh Soal :
1. Diketahui sebuah kerucut memiliki jari-jari 3 cm dan memiliki panjang garis pelukis 5 cm.
Maka tentukanlah :
a. Tinggi kerucut
b. Volume kerucut
c. Luas selimut kerucut
d. Luas permukaan kerucut

Penyelesaian :
a. Tinggi kerucut
    Untuk mengetahui tinggi kerucut, kita bisa menggunakan rumus phytagoras seperti berikut ini :
    t2 = s2 - r2
        = 52 - 32
        = 25 - 9
        = 16
    t   = 16
        = 4 cm

b. Volume kerucut
    V = 1/3 π r2 t
        = 1/3 x 3,14 x 3 x 3 x 4
        = 3.768 cm3

c. Luas selimut kerucut
   L = π r s
      = 3,14 x 3 x 5
      = 471 cm2

d. Luas permukaan kerucut
    L = r s (s + r)
       = 3,14 x 3 (5 + 3)
       = 3,14 x 3 x 8
       = 75,36 cm2


Demikianlah pembahasan materi mengenai Rumus Cara Mencari Luas Selimut Kerucut Dan Contoh Soalnya. Semoga kalian bisa memahami materi dan contoh soal yang telah disampaikan dengan mudah, sehingga artikel ini bisa membantu kalian dalam menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan materi ini.
Selamat belajar dan semoga bermanfaat!

Wednesday, September 26, 2018

1000+ Rumus Luas Permukaan Tabung Dan Cara Menghitungnya /Semua Udah Terbaru

Rumus Luas Permukaan Tabung - Dalam artikel kali ini Belajar Matematikaku akan membahas materi mengenai rumus luas permukaan tabung dilengkapi dengan pembahasan contoh soal.
Untuk lebih jelasnya perhatikan baik-baik penjelasan materi di bawah ini.

Rumus Luas Permukaan Tabung dan Cara Menghitungnya

Rumus Luas Permukaan Tabung dan Cara Menghitungnya

Definisi dan Cara Menghitung Luas Permukaan Tabung Tabung sering diartikan sebagai sebuah bangun ruang yang dibatasi oleh dua buah sisi yang kongruen dan bersifat sejajar serta memiliki bentuk lingkaran sebuah sisi lengkung.
Ciri-Ciri Tabung => Tabung mempunyai 2 buah rusuk => Alas dan tutupnya berbentuk lingkaran => Tabung mempunyai 3 bidang sisi. Sisi yang pertama adalah bidang alas, sisi yang kedua adalah bidang selimut, dan sisi yang ketiga adalah bidang tutup. Rumus Luas Permukaan Tabung dan Cara Menghitungnya
Jenis-Jenis Rumus Tabung Untuk mengetahui volume dari sebuah tabung kita bisa menggunakan rumus = alas x tinggi Luas alas tabung = πr2 Volume tabung juga bisa dihitung dengan menggunakan rumus = πr2t Keliling alas atau tutup tabung bisa dihitung dengan menggunakan rumus = 2πr Luas selimut tabung bisa dihitung dengan menggunakan rumus = 2πrt (2 x π x r x t) Luas permukaan tabung bisa dihitung dengan menggunakan rumus = 2 x luas alas + Luas selimut tabung Rumus Luas permukaan tabung yang sebenarnya bisa dilihat pada gambar berikut ini :
Rumus Luas Permukaan Tabung dan Cara Menghitungnya
Contoh Soal Pak Joko adalah seorang pembuat drum. Suatu hari ia mendapatkan pesanan dari seseorang untuk membuat sebuah drum dengan diameter 50 cm dan tinggi 70 cm. Maka berapakah luas bahan yang dibutuhkan oleh Pak Joko untuk membuat drum tersebut?
Jawab: Rumus Luas Permukaan Tabung dan Cara Menghitungnya

Demikianlah pembahasan materi mengenai Rumus Luas Permukaan Tabung dan Cara Menghitungnya, semoga kalian bisa memahami dengan mudah apa yang telah disampaikan di atas dan semoga artikel ini bisa membantu kalian dalam mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan artikel ini. Selamat belajar dan semoga bermanfaat!

1000+ Cara Menghitung Rumus Volume Tabung Silinder Contoh Soal Dan Pembahasan Lengkap /Semua Udah Terbaru

Rumus Volume Tabung - Dalam artikel sebelumnya Belajar Matematikaku telah menyampaikan materi tentang Rumus Luas Permukaan Tabung dan Cara Menghitungnya. Artikel kali ini masih berhubungan dengan tabung atau silinder yaitu tentang rumus cara mencari volume tabung. Tabung merupakan sebuah bangun ruang yang memiliki 2 rusuk yang menghubungkan alas dan tutup yang berbentuk lingkaran. Bidang sisi pada tabung terdapat 3 bagian yaitu alas, tutup, dan selimut. Lalu, bagaimanakah cara mengetahui volume atau isi dari sebuah tabung?
Perhatikan baik-baik penjelasan materi di bawah ini.

Cara Menghitung Rumus Volume Tabung (Silinder)
Rumus Volume Tabung (Silinder) Contoh Soal dan Pembahasan Lengkap Untuk mengetahui volume ataupun isi dari sebuah tabung maka kita harus mengetahui jari - jari atau diameter dari penampang (alas/tutup) tabung tersebut. Perlu diingat bahwa diameter nilainya sama dengan dua kali jari-jari (diameter = 2 x jari - jari).

Volume tabung bisa diketahui dengan cara mengalikan luas alas tabung dengan tinggi dari tabung tersebut. Dikarenakan alas tabung memiliki bentuk lingkaran, maka rumus volumenya bisa disusun dengan mengalikan rumus luas lingkaran dengan tinggi tabung. Rumusnya seperti di bawah ini :
V = phi x jari-jari x jari-jari x tinggi
    =  π x r x r x t
    =  πr2 x t

Jika yang diketahui adalah diameternya, maka rumusnya bisa diubah menjadi :
V = 1/4 x π x diameter x diameter x t


Simak baik-baik penggunaan rumus tersebut ke dalam soal-soal :
Contoh Soal Cara Mencari Volume Tabung dan Pembahasannya Contoh Soal 1 :
Diketahui sebuah tabung mempunyai jari-jari 7 cm dan mempunyai tinggi 5 cm. Hitunglah luas permukaan dan volume dari tabung tersebut!

Penyelesaian :
Luas permukaan tabung :
π r2
= 22/7 x 72
= 154 cm2

Untuk mengetahui volume tabung kita cukup mengalikan luas permukaan alas dengan tingginya :
V = Luas permukaan x t
    = 154 x 5 = 770 cm3


Contoh Soal 2 :
Sebuah tabung memiliki jari-jari 21 cm dan memiliki tinggi 13 cm. Maka hitunglah volume dari tabung tersebut!

Penyelesaian :
V = πr2 x t
    = 22/7 x 212 x 13
    = 1386 x 13
    = 18018 cm3

Demikianlah pembahasan materi mengenai Cara Menghitung Rumus Volume Tabung (Silinder), semoga kalian bisa memahami apa yang telah disampaikan dengan baik sehingga artikel ini bisa membantu kalian dalam menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan materi ini.
Selamat belajar dan semoga bermanfaat!

Tuesday, September 25, 2018

1000+ Contoh Soal Cerita Volume Tabung Dan Pembahasannya /Semua Udah Terbaru

Volume Tabung - Dalam artikel sebelumnya Belajar Matematikaku telah menyampaikan materi mengenai Cara Menghitung Rumus Volume Tabung (Silinder). Untuk menambah wawasan kalian mengenai materi tersebut kali ini akan diberikan lagi beberapa contoh soal mengenai volume tabung dalam bentuk cerita-cerita sederhana. Perhatikan baik-baik pembahasan soal-soal tersebut.

Contoh Soal Cerita Volume Tabung Dan Pembahasannya Pembahasan Contoh Soal Cerita Volume Tabung Contoh Soal 1 :
Sebatang pipa berbentuk tabung memiliki panjang 14 meter dan berjari-jari 3 cm. Berapa literkah volume pipa tersebut?

Penyelesaian :
Diketahui :
Jari-jari (r) = 3 cm
tinggi (t) = 14 m = 1400 cm
Ditanya : Volume tabung (v)?
Jawab :
Contoh Soal Cerita Volume Tabung Dan Pembahasannya Jadi, volume pipa tersebut adalah 39,6 liter.

Contoh Soal 2 :
Sebanyak 165 liter bensin dituangkan ke dalam drum berbentuk tabung dengan jari-jari 30cm. Berapakah ketinggian bensin dalam drum tersebut?

Penyelesaian :
Diketahui :
Volume (v) = 165 liter = 165.000 cm
Jari-jari (r) = 30 cm
Ditanya : tinggi (t) ?
Jawab :
Contoh Soal Cerita Volume Tabung Dan Pembahasannya Jadi, ketinggian bensin dalam drum tersebut adalah 58,38 cm3.

Contoh Soal 3 :
Sebuah tabung mempunyai jari-jari berukuran 10 cm. Jika tingginya 21 cm, maka tentukanlah volume tabung tersebut!

Penyelesaian :
Diketahui :
Jari-jari (r) = 10 cm
Tinggi (t) = 21 cm
Ditanya : Volume tabung (v) ?
Jawab :
Contoh Soal Cerita Volume Tabung Dan Pembahasannya Jadi, volume tabung tersebut adalah 6600 cm3.


Contoh Soal 4 :
Rendy memiliki tangki minyak berbentuk tabung dengan tinggi 2 meter. Jika diisi minyak hingga penuh, tangki tersebut bisa menampung sebanyak 2260,8 liter minyak. Berapa volume tangki milik Rendy?

Penyelesaian :
Diketahui :
Volume (v) = 2260,8 liter = 2.260.800 cm
Tinggi (t) = 2 m = 200 cm
Ditanya : Jari-jari (r) ?
Jawab :
Contoh Soal Cerita Volume Tabung Dan Pembahasannya Jadi, jari-jari tangki tersebut adalah 60 cm.


Contoh Soal 5 :
Sebuah drum berbentuk tabung memiliki volume 88.704 cm. Jika tingginya 36 cm, tentukanlah ukuran jari-jari tabung tersebut!

Penyelesaian :
Diketahui :
Volume (v) = 88.704 cm
Tinggi (t) = 36 cm
Ditanya : Jari-jari (r) ?
Jawab :
Jadi, jari-jari tangki tersebut adalah 28 cm.


Itulah beberapa Contoh Soal Cerita Volume Tabung dan Pembahasannya yang bisa kalian pelajari untuk memahami bagaimana langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menjumpai soal-soal serupa. Semoga artikel ini bisa membantu kalian dalam menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan materi ini.
Selamat belajar dan semoga bermanfaat!

1000+ Contoh Soal Cara Mencari Volume Kerucut Dan Pembahasannya /Semua Udah Terbaru

Volume Kerucut - Dalam artikel sebelumnya Belajar Matematikaku telah menyampaikan materi mengenai Rumus Cara Mencari Volume Kerucut Beserta Contoh Soalnya. Dalam postingan kali ini akan dibahas lagi beberapa contoh soal mengenai volume kerucut. Kami juga akan memberikan bagaimana langkah-langkah untuk menyelesaikan soal-soal tersebut. Mari langsung saja kita simak pembahasan soalnya di bawah ini:


Contoh Soal Cara Mencari Volume Kerucut Serta Pembahasannya Contoh Soal 1 :
Sebuah kerucut memiliki tinggi 15 cm dan jari-jarinya 7 cm. Hitunglah volume kerucut tersebut!

Penyelesaiannya:
Diketahui :
Jari-jari (r) = 7 cm
Tinggi (t) = 15 cm
Ditanya : volume kerucut (v) ?
Jawab :
Contoh Soal Cara Mencari Volume Kerucut Dan Pembahasannya Jadi volume kerucut tersebut adalah 770 cm3 
Contoh Soal 2 : Pasir sebanyak 12.320 m3 ditumpuk hingga membentuk kerucut dengan ketinggian 15 meter. Tentukanlah jari-jari alas tumpukan pasir tersebut!
Penyelesaian : Diketahui : Volume (v) = 12.320 m3 Tinggi (t) = 15 m Ditanya : Jari-jari(r) ? Jawab : Contoh Soal Cara Mencari Volume Kerucut Dan Pembahasannya Jadi, jari-jari alas tumpukan pasir tersebut adalah 28 cm.
Contoh Soal 3 : Arya ingin membuat kerucut yang memiliki volume 192,5 cm3 dan jari-jari 3,5 cm. Berapakah tinggi kerucut yang akan dibuat oleh Arya?
Penyelesaian : Diketahui : Volume (volume) = 192,5 cm Jari-jari (r) = 3,5 cm Ditanya : tinggi (t) ? Jawab : Contoh Soal Cara Mencari Volume Kerucut Dan Pembahasannya Jadi, tinggi kerucut tersebut adalah 15 cm

Contoh Soal 4 : Sebuah kerucut memiliki volume 1.004.800 liter dan jari- 80 dm. Tentukanlah tinggi kerucut tersebut!
Penyelesaian : Diketahui : Volume (v) = 1.004.800 liter Jari-jari (r) = 80 dm Ditanya : tinggi (t)? Jawab : Contoh Soal Cara Mencari Volume Kerucut Dan Pembahasannya Jadi, tinggi kerucut tersebut adalah 15 meter
Contoh Soal 5 : Sebuah kerucut memiliki alas seluas 176 cm2. Tentukanlah volume kerucut tersebut jika diketahui tingginya 18 cm!
Penyelesaian : Diketahui : Luas alas (L) = 176 cm2 Tinggi (t) = 18 cm Ditanya : volume tabung (v)? Jawab : Contoh Soal Cara Mencari Volume Kerucut Dan Pembahasannya Jadi, volume kerucut tersebut adalah 1056 cm3
Demikianlah pembahasan materi tentang Contoh Soal Cara Mencari Volume Kerucut Dan Pembahasannya yang bisa kalian pelajari agar bisa menyelesaikan soal-soal serupa pada saat ulangan semester ataupun ujian. Selamat belajar dan semoga bermanfaat!

Monday, September 24, 2018

1000+ Contoh Soal Cara Mengubah Pecahan Ke Bentuk Persen Dan Pembahasannya /Semua Udah Terbaru

Contoh Soal Cara Mengubah Pecahan Ke Bentuk Persen - Dalam artikel sebelumnya Belajar Matematikaku telah menyampaikan materi mengenai Cara Mengubah Pecahan Biasa Ke Dalam Bentuk Persen Dan Desimal. Di dalam pembahasan tersebut juga terdapat beberapa contoh soal dan pembahasan untuk memperkuat pemahaman kalian mengenai materi tersebut. Dalam kesempatan kali ini akan diberikan lagi beberapa contoh soal yang berkaitan dengan pecahan dan bentuk persen untuk mengasah kemampuan kalian lebih jauh lagi mengenai materi tersebut. Langsung saja perhatikan baik-baik penjelasan materi di bawah ini.
Contoh Soal Cara Mengubah Pecahan Ke Bentuk Persen Dan Pembahasannya Contoh Soal Cara Mengubah Pecahan ke Bentuk Persen dan Pembahasannya Contoh Soal 1 :
Dikolam ikan terdapat 80 ekor ikan mas, 40 ekor ikan gurame dan 20 ekor ikan bawal. Tentukanlah presentase ikan gurame dan ikan bawal terhadap seluruh ikan di kolam tersebut!

Penyelesaian :
Diketahui :
Jumlah ikan seluruhnya = 140 ekor
Jumlah ikan gurame dan ikan bawal berturut-turur = 40 ekor dan 20 ekor
Ditanya : presentase gurame dan bawal?
Jawab :
Presentase ikan gurame = 40/140 x 100% = 28,57%
Presentase ikan bawal = 40/140 x 100% = 14,28%
Jadi presentase gurame dan bawal berturut –turut adalah 28,57 % dan 14,28 %

Contoh Soal 2 :
Dua hari yang lalu Paman mengambil pisang setandan dari kebun miliknya, jumlah seluruh pisang adalah 120 buah dan seluruhnya masih mentah. Hari ini sebanyak 54 buah pisang telah menguning. Berapa persen buah pisang yang telah menguning?

Penyelesaian :
Diketahui :
Jumlah pisang seluruhnya = 120 buah
Jumlah pisang yang telah menguning = 54 buah
Ditanya : Persentase buah pisang yang telah menguning?
Jawab : 54/120 x 100% = 45%
Jadi persentase buah pisang yang telah menguning adalah 45%

Contoh Soal 3 :
Rian membeli buku seharga Rp 78.000,- di sebuah toko buku. Ketika hendak membayar ternyata ia mendapatkan potongan harga sebesar Rp 7.800,- . Berapa persen potongan harga yang diberikan toko tersebut?

Penyelesaian :
Diketahui :
Harga buku = Rp. 78.000,-
Potongan harga = Rp 7.800,-
Ditanya : potongan harga dalam persen?
Jawab : (7800 : 78000) x 100% = 10%
Jadi potongan harga yang diberikan toko buku tersebut adalah 10%

Contoh Soal 4 :
Sebuah toko sedang memberikan diskon sebesar 20% untuk setiap jenis pakaian. Arya berbelanja di toko tersebut, ia membeli baju seharga Rp. 158.000,-.  Berapa rupiah potongan yang Arya dapat untuk baju yang dibelinya?

Penyelesaian :
Diketahui :
Harga Baju = Rp. 158.000
Diskon = 20%
Ditanya : potongan harga dalam rupiah?
Jawab : 20% x 158.000 = 20/100 x 158.000 = 31.600
Jadi potongan harga yang Arya dapatkan adalah Rp 31.600,-

Contoh Soal 5 :
Ibu membeli 60 buah Jeruk. Ternyata 15 % dari jeruk yang dibeli ibu busuk. Berapa buah jeruk yang busuk?

Penyelesaian :
Diketahui :
Jumlah jeruk seluruhnya = 60 buah
Jeruk busuk = 15 %
Ditanya : jumlah jeruk yang busuk?
Jawab : 15% x 60 = 15/100 x 60 = 9
Jadi jeruk yang busuk ada 9 buah

Demikianlah pembahasan materi mengenai Contoh Soal Cara Mengubah Pecahan Ke Bentuk Persen Dan Pembahasannya. Semoga kalian bisa memahami penjelasan contoh-contoh soal di atas dengan mudah sehingga kalian tidak akan mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan materi ini.
Selamat belajar dan semoga bermanfaat!