Wednesday, October 17, 2018

1000+ Cara Mudah Membaca Diagram Venn Matematika /Semua Udah Terbaru

Cara Membaca Diagram Venn - Dalam artikel sebelumnya telah disampaikan materi mengenai Pengertian Diagram Venn, Contoh Soal dan Pembahasannya maka artikel kali ini kita lanjutkan materi tersebut agar pemahaman kalian lebih dalam lagi mengenai diagram venn yaitu bagaimana cara membaca diagram venn. Langsung saja simak baik-baik pembahasan materi dan contoh soal berikut ini.

Cara Mudah Membaca Diagram Venn Matematika

Cara Mudah Membaca Diagram Venn Matematika

Perlu diingat, dalam membaca diagram venn hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah himpunan semesta dan himpunan-himpunan lainnya yang ada di dalam diagram tersebut. Himpunan semesta dibatasi oleh bidang persegi panjang dan huruf S yang ada di pojok kiri atas persegi panjang tersebut. Sementara himpunan-himpunan yang lain digambarkan dengan bidang lingkaran yang ada di dalam persegi panjang tersebut. Lingkaran-lingkaran tersebut biasanya terdapat titik-titik yang menjadi penunjuk dari tiap-tiap anggota yang ada di dalam himpunan tersebut. Untuk lebih memahami materi ini, berikut dilampirkan pembahasan contoh soal mengenai cara membaca diagram venn.

Contoh Soal Cara Mudah Membaca Diagram Venn Matematika Perhatikan baik-baik diagram venn berikut ini :

Cara Mudah Membaca Diagram Venn Matematika Berdasarkan diagram venn di atas, nyatakan himpunan-himpunan di bawah ini dengan menjabarkan masing-masing anggotanya :
a. Himpunan S
b. Himpunan A
c. Himpunan B
d. Anggota himpunan A^B
e. Anggota himpunan AvB
f. Anggota himpunan A/B
g. Anggota himpunan Ac

Pembahasan :
a. Himpunan S merupakan himpunan semesta. Artinya, anggota himpunan S adalah seluruh anggota himpunan yang dibicarakan di dalam diagram tersebut, maka S = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8}

b. Himpunan A merupakan seluruh anggota himpunan S yang berada di dalam lingkaran himpunan A. Maka, anggota himpunan A = {1, 4, 6, 7}

c. Himpunan B merupakan seluruh anggota himpunan S yang berada di dalam lingkaran himpunan B. Maka, anggota himpunan B = {2, 4, 5, 8}

d. Himpunan A^B berisi anggota himpunan A yang juga menjadi anggota himpunan B. Maka, A^B = {4}

e. Himpunan AvB berisi seluruh anggota himpunan A dan juga himpunan B. Maka, AvB = {1, 2, 4, 5, 6, 7, 8)

f. Himpunan A/B di isi oleh anggota himpunan A yang tidak menjadi anggota himpunan B. Maka, A/B = {1, 6, 7}

g. Himpunan Ac diisi oleh anggota himpunan semesta yang tidak menjadi anggota himpunan A. Maka, Ac = {2, 3, 5, 8}


Demikianlah pembahasan materi mengenai Cara Mudah Membaca Diagram Venn Matematika. Semoga kalian bisa memahami dan mengerti dengan mudah pembahasan materi dan contoh soal di atas sehingga artikel ini bisa membantu kalian menyelesaikan soal-soal yang masih berkaitan dengan materi ini.
Selamat belajar dan semoga bermanfaat!

1000+ Pengertian Datum Data Dan Statistika Dalam Matematika /Semua Udah Terbaru

Pengertian Datum, Data dan Statistika - Datum dalam matematika diartikan sebagai suatu catatan yang berisi keterangan atau informasi yang didapatkan setelah melakukan sebuah penelitian. Di dalam matematika bentuk datum bermacam-macam. Bisa berbentuk lambang, angka, bilangan, keadaan, bahkan sifat dari objek yang diteliti. Kumpulan dari datum-datum disebut sebagai data. Untuk lebih memahami materi ini, perhatikan baik-baik contoh berikut ini.
Pengertian Datum, Data dan Statistika dalam Matematika
Pak Heru ingin mengukur berat badan dari empat orang siswanya. Setelah dilakukan penimbangan, didapatkan hasil berat badan siswa yaitu Nina dengan berat badan 50 kg, Iwan dengan berat badan 85 kg, Rudi dengan berat badan 58 kg, dan Icha dengan berat badan 50 kg.

Berdasarkan contoh di atas, berat badan siswa misalnya 85 kg merupakan datum. Sementara hasil pengukuran keseluruhan dari empat siswa tersebut adalah data. Jumlah datum dari contoh di atas adalah (50, 85, 58, 50).

Pengertian Datum, Data, dan Statistika Dalam Matematika

Datum Datum dibedakan menjadi dua bentuk, yaitu datum berbentuk bilangan dan datum berbentuk kategori.
Contoh datum berbentuk bilangan :
Berat badan siswa, tinggi siswa, nilai matematika siswa, dan lain sebagainya.
Contoh datum berbentuk kategori :
Berkaitan dengan sifat seperti baik dan buruk, tinggi dan rendah, dan lain sebagainya.

Data Data jua dibedakan menjadi dua kategori yaitu data kuantitatif dan data kualitatif.
Data kuantitatif merupakan data yang disajikan dalam bentuk bilangan atau angka dan nilai bisa berubah-ubah. Data kuantitatif diperoleh dari hasil sebuah pengukuran dengan menggunakan alat ukur misalnya tinggi badan atau berat badan.

Sedangkan, data kualitatif merupakan data yang menjelaskan keadaan yang menggambarkan suatu objek. Misalnya, selain pintar Revi juga pandai menari. Data kualitatif bisa diperoleh dari penangkapan panca indra yang kita miliki.

Statistika Berdasarkan penjelasan mengenai datum dan juga data di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa statistika adalah sebuah bidang pengetahuan yang di dalamnya mempelajari materi yang berkaitan dengan pengumpulan, perhitungan, dan pengolahan serta penarikan kesimpulan dari data yang dihasilkan dari sebuah penelitian.


Demikianlah pembahasan materi mengenai Pengertian Datum, Data dan Statistika dalam Matematika. Semoga kalian bisa memahami materi ini dengan mudah sehingga pengetahuan kalian tentang beberapa istilah yang biasa digunakan di dalam pelajaran statistika matematika terus bertambah.
Selamat belajar dan semoga bermanfaat!

Tuesday, October 16, 2018

1000+ Contoh Soal Cerita Matematika Tentang Kesebangunan /Semua Udah Terbaru

Contoh Soal Cerita Matematika Tentang Kesebangunan - Dalam artikel sebelumnya telah dijelaskan materi mengenai Kesebangunan dan Kekongruenan Bangun datar Matematika yang dilengkapi dengan pembahasan contoh soal. Perlu diketahui soal-soal matematika tentang kesebangunan biasanya juga muncul di dalam bentuk soal cerita. Artikel kali ini akan memberikan beberapa contoh soal cerita mengenai kesebangunan yang bisa kalian coba kerjakan untuk melatih pemahaman materi mengenai kesebangunan bangun datar. Selamat berlatih dan selamat mengerjakan!
Contoh Soal Cerita Matematika Tentang Kesebangunan Latihan Soal Cerita Matematika Tentang Kesebangunan Soal 1 :
Panjang bayangan sebuah bangunan dan tiang listrik pada waktu yang bersamaan masing - masing 10 meter dan 5 meter. Jika tinggi tiang listrik adalah 6 meter, maka hitunglah tinggi bangunan tersebut!


Soal 2 :
Contoh Soal Cerita Matematika Tentang Kesebangunan Rani mencoba menghitung lebar sungai dengan cara menancapkan sebuah tongkat pada titik B, C, D, dan E seperti terlihat pada gambar di atas sehingga posisi D, C, dan A segaris. Jika A merupakan benda yang berada di seberang sungai, tentukanlah lebar sungai tersebut!


Soal 3 :
Seorang pria berdiri dengan jarak 3,4 meter dari sebuah gedung setinggi 58 meter. Pria tersebut menatap puncak gedung itu dengan pandangan sejauh 2,5 meter. Berapakah tinggi pria tersebut?


Soal 4 :
Contoh Soal Cerita Matematika Tentang Kesebangunan Sebuah tangga bersandar pada sebuah bangunan dan menyentuh sebuah balok. Jarak bangunan dan kaki tangga adalah 2,5 meter. Lebar balok 90 cm dan tinggi balok 150 cm. Berapakah tinggi bangunan tersebut?


Soal 5 :
Sebuah tongkat setinggi 2 meter berdiri tegak dan mempunyai bayangan sepanjang 3,5 meter. Dalam yang waktu yang bersamaan, sebuah pohon mempunyai bayangan sepanjang 8 meter.
a. Buatlah sketsa yang menerangkan keadaan tersebut!
b. Hitunglah tinggi dari pohon tersebut!


Soal 6 :
Panjang bayangan tiang bendera adalah 15 meter. Pada saat yang bersamaan, panjang bayangan Joni adalah 2,2 meter. Apabila tinggi Joni adalah 155 cm. Maka berapakah tinggi dari tiang bendera tersebut?


Soal 7 :
Sebuah model pesawat panjangnya 50 cm dan lebarnya 35 cm. Jika panjang pesawat yang sebenarnya adalah 45 meter, berapakah lebar dari pesawat tersebut?


Soal 8 :
Panjang bayangan tugu terkena sinar matahari adalah 22 meter. Pada tempat dan saat yang sama, sebuah tongkat yang panjangnya 1,8 meter berdiri tegak dan menghasilkan bayangan sepanjang 3 meter. Tentukanlah tinggi tugu tersebut?


Demikianlah beberapa Contoh Soal Cerita Matematika Tentang Kesebangunan yang bisa kalian gunakan untuk berlatih di rumah untuk mengukur seberapa jauh pemahaman kalian mengenai materi kesebangunan pada bangun datar.
Selamat belajar dan semoga bermanfaat!

1000+ Operasi Penjumlahan Dan Pengurangan Pada Bentuk Aljabar /Semua Udah Terbaru

Bentuk Aljabar - Di dalam aljabar, kita sering menjumpai beragam jenis operasi hitungan, diantaranya yaitu pengurangan dan penjumlahan. Penjumlahan dalam bentuk aljabar diperoleh dengan cara menggabungkan suku-suku yang sejenis. Sementara untuk pengurangan aljabar kita bisa memperolehnya dengan cara mengurangkan suku-suku yang sejenis lalu kemudian hasilnya dijumlahkan dengan suku-suku yang tidak sejenis.

Operasi Penjumlahan dan Pengurangan pada Bentuk Aljabar

Operasi Penjumlahan dan Pengurangan pada Bentuk Aljabar

Bentuk-bentuk aljabar bisa dijumlahkan atau dikurangkan dengan menggunakan sifat komutatif dan distributif dengan melihat suku-suku yang sejenis dan koefisien dari masing-masing suku.
Sifat Komutatif : a x b = b x a
Sifat Distributif : a x (b + c) = (a x b) + (a x c) a x (b - c) = (a x b) - (a x c)
Mengubah bentuk aljabar dari suku-suku (penjumlahan atau pengurangan) ke dalam bentuk faktor - faktor perkalian disebut dengan memfaktorkan dan sebaliknya, mengubah faktor perkalian menjadi suku-suku disebut sebagai menjabarkan. Kesamaan yang dihasilkan disebut sebagai identitas, yaitu pernyataan yang selalu benar untuk setiap nilai yang diberikan.
Contoh Soal dan Penyelesaian Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bentuk Aljabar Contoh Soal 1 : Sederhanakanlah bentuk-bentuk aljabar di bawah ini! a. 3x + 3y - x + 8y b. 5x2 + 4xy + 3x - 2xy + y2
Penyelesaian : a. 3x + 3y - x + 8y = 3x - x + 3y + 8y                                = (3 - 1)x + (3 + 8)y                                = 2x + 11y
b. 5x2 + 4xy + 3x - 2xy + y2 = 5x2 + 3x + 4xy - 2xy + y2                                                = 5x2 + 3x + (4 - 2)xy  + y2                                                = 5x2 + 3x + 2xy + y2

Contoh Soal 2 : Tentukan hasil pengurangan dari x2 + 4x + 3 dengan x2 + 12
Penyelesaian : (x2 + 4x + 3) - (x2 + 12) = x2 + 4x + 3 - x2 + 12                                        = (1 - 1)x2 + 4x + (3 - 12)                                        = 4x - 9

Contoh Soal 3 : Tentukan hasil penjumlahan dari 4(x2 + 3x) dan x2 - 3x
Penyelesaian : 4(x2 + 3x) - (x2 - 3x) = 4x2 + 12x + x2 - 3x                                   = (4 + 1)x2 + (12 - 3)x                                   = 5x2 + 9x
Contoh Soal 4 : Jabarkanlah bentuk aljabar di bawah ini : a . 5 (2x + 4) b. 3x (5x - 3)
Penyelesaian : a . 5 (2x + 4) = (5 x 2x) + (5 x 4)                       = 10x + 20 b. 3x (5x - 3) = (3x x 5x) - (3x x (-3))                       = 15x2 - 9x

Demikianlah penjelasan materi mengenai Operasi Penjumlahan dan Pengurangan pada Bentuk Aljabar. Semoga kalian bisa memahami pembahasan materi dan contoh-contoh soal yang diberikan sehingga artikel ini bisa membantu kalian dalam mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan materi ini.
Selamat belajar dan semoga bermanfaat!

Monday, October 15, 2018

1000+ Mengenal Lambang Bilangan Romawi Dalam Matematika /Semua Udah Terbaru

Lambang Bilangan Romawi - Materi mengenai lambang bilangan romawi ini, pertama kali dikenalkan disaat masuk sekolah dasar. Materi yang disampaikan yaitu tentang bagaimana cara penulisan angka dengan menggunakan lambang-lambang atau bilangan-bilangan romawi. Oleh sebab itu, materi kali ini akan membahas tentang bilangan romawi. Secara umum, lambang pokok bilangan romawi terdiri dari 7 buah, yaitu :

I  -> 1
V -> 5
X -> 10
L -> 50
C -> 100
D -> 500
M -> 1000

Bilangan Romawi dan Cara Penulisannya

Beberapa cara yang bisa kita lakukan dalam menuliskan sebuah bilangan romawi. Cara yang pertama dikenal dengan sistem pengulangan.

Sistem Pengulangan Di dalam sistem pengulangan kita hanya bisa mengulang lambang tidak lebih dari tiga kali. Lambang bilangan romawi yang bisa dituliskan dengan sistem pengulangan adalah I, X, C, dan M. Sedangkan lambang bilangan romawi yang tidak boleh ditulis dengan sistem pengulangan adalah V, L, dan D. Berikut merupakan contoh penulisan bilangan romawi :

I    = 1
II   = 2
III  = 3

X    = 10
XX  = 20
XXX = 30

C    = 100
CC  = 200
CCC = 300

M   = 1000
MM = 2000
MMM = 3000

Sistem Pengurangan Cara kedua yang bisa kita lakukan dalam menuliskan sebuah bilangan romawi adalah dengan sistem pengurangan. Di dalam sistem pengurangan bilangan yang berada di sebelah kanan bisa dikurangkan dengan bilangan yang berada di sebelah kiri jika nilai bilangan yang di sebelah kiri lebih kecil daripada bilangan yang ada di sebelah kanan. Sistem pengurangan hanya berlaku satu kali. Perhatikan baik - baik contoh penulisan bilangan romawi dengan sistem pengurangan berikut ini :

IV  = 5 - 1  = 4
IX  = 10 - 1  = 9
XL = 50 - 10  = 40
XC = 100 - 10  = 90
CD = 500 - 100  = 400
CM = 1000 - 100  = 900

Sistem Penjumlahan Cara yang ketiga adalah dengan sistem penjumlahan. Sistem penjumlahan hanya boleh dilakukan apabila bilangan tersebut diikuti dengan bilangan yang nilainya sama atau lebih kecil. Sistem penjumlahan hanya boleh dilakukan  maksimal tiga kali. Berikut merupakan contoh penulisan bilangan romawi dengan sistem penjumlahan :

VI     = 5 + 1 = 6
VII    = 5 + 1 + 1 = 7
XI     = 10 + 1 = 11
XII    = 10 + 1 + 1 = 12
LX    = 50 + 10 = 60
XVI  = 10 + 6 = 16
CL   = 10 + 50 = 60
DC   = 500 + 100 = 600
MD  = 1000 + 500 = 1500

Penjumlahan tiga angka :
VIII = 5 + 1 + 1 + 1 = 8
XIII = 10 + 1 + 1 + 1 = 13

Sistem Gabungan Cara penulisan bilangan romawi selanjutnya yaitu dengan menggunakan sistem gabungan. Di dalam sistem gabungan cara penulisannya yaitu menggabungkan antara penjumlahan dan pengurangan bilangan romawi.
Perhatikan baik-baik contoh berikut ini :

CXLIX       = 100 + (50 - 10) + (10 - 1) = 149
XXIV         = 10 + 10 + (5 - 1) = 24
CMXCVIII = (1000 - 100) + (100 - 10) + 8 = 998

Cara Penulisan Bilangan Romawi Dari 1 Hingga 1 Milyar Mengenal Lambang Bilangan Romawi dalam Matematika Keterangan tabel :
=> Tanda 1 strip di bagian atas bilangan romawi berarti bilangan tersebut dikalikan dengan 1000
=> Tanda 2 strip di bagian atas bilangan romawi berarti bilangan tersebut dikalikan dengan 1000.000


Demikianlah pembahasan materi mengenai Mengenal Lambang Bilangan Romawi dalam Matematika. Semoga kalian bisa memahami penjelasan materi di atas dengan mudah sehingga artikel ini bisa menambah wawasan kalian mengenai bilangan romawi.
Selamat belajar dan semoga bermanfaat!

1000+ Cara Menghitung Jarak Titik Ke Titik Garis Dan Bidang /Semua Udah Terbaru

Cara Menghitung Jarak Titik ke Titik, Garis, dan Bidang - Dalam artikel kali ini akan dijelaskan beberapa kemungkinan yang terjadi untuk kedudukan titik terhadap titik, garis, ataupun bidang. Agar kalian bisa memahami materi ini, perhatikan baik-baik penjelasan di bawah ini.
Cara Menghitung Jarak Titik ke Titik, Garis, dan Bidang

Cara Menghitung Jarak Titik ke Titik, Garis, dan Bidang

Jarak Titik ke Titik Yang Lain Coba kalian amati gambar berikut ini :
Cara Menghitung Jarak Titik ke Titik, Garis, dan Bidang Dalam gambar di atas terdapat dua buah titik, yaitu titik A dan titik B. Jarak kedua titik tersebut bisa ditentukan dengan cara menghubungkan titik A dan titik B dengan menggunakan sebuah garis. Panjang garis itulah yang menentukan jarak kedua titik tersebut. Sehingga, jarak dari titik A dengan titik B merupakan panjang ruas garis yang menghubungkan keduanya.

Perhatikan baik-baik contoh soal berikut ini : Contoh Soal 1 :
Jika diketahui panjang rusuk pada kubus di atas adalah 6 cm dan titik X adalah pertengahan antara rusuk AB. Maka hitunglah jarak :
a. Titik H ke titik A
b. Titik H ke titik X
c. Titik H ke titik B
d. Titik E ke titik X

Penyelesaiannya :
a. Titik H ke titik A adalah panjang garis AH. Garis AH merupakan panjang diagonal sisi pada kubus tersebut, maka kita bisa menggunakan teorema phytagoras berikut ini :
A = (EH2 + AE2)
   = (62 + 62)
   = (36 + 36)
   = 72
   = 62


b. Jarak titik H ke titik X adalah panjang garis HX. Panjang AX sama dengan setengah dari panjang rusuk AB, maka :
AX = 1/2 AB = 1/2 x 6 cm = 3 cm
dengan mengunakan teorema phytagoras :
HX = (AH2 + AX2)
      = ((62)2 + 32)
      = (72 + 9)
      = 81
      = 9 cm


c.  Jarak titik H ke titik B adalah panjang garis BH. Garis BH merupakan panjang diagonal ruang pada kubus tersebut, oleh karenanya kita bisa menggunakan teorema phytagoras :
BH = (AH + AB)
      = ((62)2 + 62)
      = (72 + 36)
      = √108
      = 63 cm


d. Jarak titik E ke titik X adalah panjang garis EAX. Panjang AX sama dengan setengah dari panjang rusuk AB, maka :
AX = 1/2 AB = 1/2 x 6 cm = 3 cm
Dengan menggunakan teorema phytagoras :
EX = (AE2 + AX2)
      = (62 + 32)
      = (36 + 9)
      = 45
      = 35 cm

Jarak Titik ke Garis Perhatikan baik-baik gambar di bawah ini :
Cara Menghitung Jarak Titik ke Titik, Garis, dan Bidang Pada ambar di atas terdapat titik A dan garis g. Jarak antara titik A dengan garis  diperoleh dengan menarik garis dari titik A ke garis , garis tersebut berhenti di titik P sehingga terciptalah garis AP yang tegak lurus terhadap garis g. Jarak dari titik A ke garis g merupakan panjang dari garis AP. Sehingga, jarak antara titik dengan garis adalah panjang ruas garis yang ditarik dari titik tersebut secara tegak lurus terhadap garis tersebut.

Perhatikan contoh soal di bawah ini :
Contoh Soal 2 :
Perhatikan gambar berikut :
Cara Menghitung Jarak Titik ke Titik, Garis, dan Bidang Sebuah kubus ABCD.EFGH memiliki panjang rusuk 6 cm dan titik X merupakan pertengahan diantara rusuk AB, maka hitunglah :
a. Jarak titik X ke garis DE
b. Jarak titik X ke garis CE

Penyelesaiannya :
Terlebih dahulu kita buatkan gambar seperti ini :
Cara Menghitung Jarak Titik ke Titik, Garis, dan Bidang a. Jarak titik X ke garis DE adalah panjang garis dari titik X ke titik M yang posisinya tegak lurus terhadap garis DE, seperti pada gambar berikut ini :
Cara Menghitung Jarak Titik ke Titik, Garis, dan Bidang DE = AH dan ME = 1/2 DE = 1/2 AH = 1/2 62 = 32
Dengan menggunakan teorema phytagoras :
MX = (EX2 - ME2)
       = ((35)2  - (32)2)
       = (45 - 18)
       = 27
       = 33


b. Jarak titik X ke garis CE adalah panjang garis dari titik X ke titik N yang posisinya tegak lurus terhadap garis CE, seperti pada gambar berikut ini :
Cara Menghitung Jarak Titik ke Titik, Garis, dan Bidang CE = BH dan NE = 1/2 C = 1/2 BH = 1/2 63 = 33
Dengan menggunakan teorema phytagoras :
NX = (EX2 - NE)2
      = ((35)2 - (33)2)
      = (45 - 27)
      = 18
      = 32

Jarak Titik ke Bidang Perhatikan baik-baik gambar di bawah ini :
Cara Menghitung Jarak Titik ke Titik, Garis, dan Bidang Di dalam gambar di atas terdapat sebuah titik A dan bidang α. Jarak dari titik A ke bidang α bisa diketahui dengan cara menghubungkan titik A secara tegak lurus dengan bidang α. Sehingga, jarak dari suatu titik ke suatu bidang merupakan jarak dari titik tersebut ke proyeksinya pada bidang itu.

Perhatikan baik-baik contoh soal berikut ini :
Contoh Soal 3 :
Perhatikan gambar kubus ABCD.EFGH di bawah ini :
Cara Menghitung Jarak Titik ke Titik, Garis, dan Bidang Jika diketahui panjang rusuk kubus di atas adalah 6 cm dan titik X adalah pertengahan antara rusuk AB. Maka hitunglah jarak dari titik X ke bidang CDEF!

Penyelesaiannya :
Buatlah gambar seperti di bawah ini :
Cara Menghitung Jarak Titik ke Titik, Garis, dan Bidang Jarak titik X ke bidang CDEF adalah panjang garis dari titik X ke titik Z yang tegak lurus terhadap bidang CDEF.
XZ = 1/2 AH = 1/2 62 = 32 cm.


Demikianlah pembahasan materi mengenai Cara Menghitung Jarak Titik ke Titik, Garis, dan Bidang. Semoga kalian bisa memahami penjelasan dan contoh soal yang diberikan dengan baik sehingga kalian tidak akan kesulitan lagi dalam menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan materi ini.
Selamat belajar dan semoga bermanfaat!

Sunday, October 14, 2018

1000+ Cara Menghitung Rumus Luas Persegi Panjang Dan Contoh Soal Lengkap /Semua Udah Terbaru

Belajar Matematikaku - Dalam pembahasan materi kali akan diberikan beberapa contoh soal beserta penjelasannya mengenai bagaimana cara menghitung rumus luas persegi panjang  dengan menggunakan rumus baku agar kalian bisa lebih mudah dalam memahami materi-materi yang telah disampaikan. Untuk lebih jelasnya perhatikan baik-baik pembahasan berikut ini :

Contoh Soal dan Pembahasan Luas Persegi Panjang

Cara Menghitung Rumus Luas Persegi Panjang dan Contoh Soal Lengkap

Cara menghitung Rumus Luas Persegi Panjang Menghitung luas persegi panjang bisa dilakukan dengan cara menghitung jumlah kotak yang ada pada gambar di atas. Persegi panjang tersebut memiliki panjang 10 cm dan lebar 7 cm. Jika setiap 1 cm diwakili dengan satu kotak, maka cara menghitung luasnya adalah dengan menghitung seluruh kotak yang ada.
Jika kita menghitung seluruh kotak yang ada di dalam persegi panjang di atas adalah sebanyak 70 kotak. Artinya luas dari persegi panjang di atas adalah 70 cm. Dari konsep tersebut kita bisa mengetahui bahwa rumus luas persegi panjang adalah panjang dikalikan dengan lebar (p x l).
Untuk gambar di atas perhitungan rumusnya adalah 10 cm x 7 cm = 70 cm2.

Untuk lebih menguasai materi ini, perhatikan baik - baik pembahasan beberapa contoh soal berikut ini :
Contoh Soal 1 :
Diketahui panjang sisi sebuah lapangan basket adalah 35 meter dan lebarnya 20 meter, maka berapakah luas lapangan basket tersebut ?

Penyelesaian :
Diketahui :
Panjang (p) = 35 meter
lebar (l) = 25 meter
Ditanya : Luas (L) ?
Jawab :
L = p x l
   = 35 x 25
   = 875 m2
Jadi, luas lapangan basket tersebut adalah 875 m2.


Contoh Soal 2 :
Sebuah papan berbentuk persegi panjang dengan panjang sisi 10 cm dan lebar 5 cm. Hitunglah luas papan tersebut!

Penyelesaian :
Diketahui :
Panjang (p) = 10 cm
lebar (l) = 5 cm
Ditanya : Luas (L) ?
Jawab :
L = p x l
   = 10 x 5
   = 50 cm2
Jadi, luas papan tersebut adalah 50 cm2.


Contoh Soal 3 :
Pak Ardi ingin membuat sebuah spanduk yang berbentuk persegi panjang. Ia ingin membuat spanduk tersebut dengan panjang sisi 7 meter dan luas sisi 3 meter, maka berapakah jumlah luas bahan yang dibutuhkan Pak Ardi ?

Penyelesaian :
Diketahui :
Panjang (p) = 7 m
luas sisi (l) = 3 m
Ditanya : L?
Jawab :
L = p x l
    = 7 x 3
    = 21 m2
Jadi, Luas bahan yang dibutuhkan Pak Ardi untuk membuat spanduk adalah 21 m2.

Cara Menghitung Panjang Sisi Persegi Panjang Jika Luas Telah Diketahui Jika luas sebuah persegi panjang telah diketahui maka panjang ataupun lebar persegi panjang tersebut bisa diketahui dengan menggunakan rumus :
Karena Luas = p x l
maka panjang = L : l
                  l  = L : p

Untuk lebih jelasnya perhatikan baik-baik pembahasan contoh soal berikut ini :
Contoh Soal 4 :
Sebuah aquarium dengan luas 345 dm2 dan memiliki lebar 15 dm. Berapakah panjang aquarium tersebut?

Penyelesaian :
Diketahui :
Luas (L) = 345 dm
lebar (l) = 15 dm
Ditanya : p ?
Jawab :
p = L : l
   = 345 : 15
   = 23 dm


Contoh Soal 5 :
Pak Roni mempunyai sebuah kebun dengan luas 14 hm dan panjang salah satu sisinya adalah 7 hm. Berapakah lebar dari kebun tersebut ?

Penyelesaian :
Diketahui :
Luas (L) = 14 hm
panjang (p) = 7 hm
Ditanya : lebar (l) ?
Jawab :
l = L : p
  = 14 : 7
  = 2 hm


Contoh Soal 6 :
Diketahui luas halaman rumah Pak Andi adalah 520 m2 dengan lebar 20 m. Hitunglah panjang dari halaman rumah Pak Andi tersebut!

Penyelesaian :
Diketahui :
Luas (L) = 520 m2
lebar (l) = 20 m
Ditanya : panjang (p) ?
Jawab :
p = L : l
   = 520 : 20
   = 26 m

Menghitung Luas Persegi Panjang Jika Keliling Telah Diketahui Untuk mengetahui luas dari persegi panjang jika yang diketahui adalah kelilingnya, maka kita bisa menggunakan rumus :
L = p x l
K = 2 x (p + l)

Perhatikan baik-baik cara menggunakan rumus tersebut di dalam contoh soal berikut ini :
Contoh Soal 7 :
Sebuah persegi panjang memiliki keliling 350 cm dan lebar 50 cm. Hitunglah luas persegi panjang tersebut!

Penyelesaian :
Diketahui :
Keliling (K)= 350 cm
Lebar (l) = 50 cm
Ditanya : Luas ?
Jawab :
L = p x l
Karena panjang belum diketahui, maka kita harus mencarinya dengan rumus :
K = 2 x (p + l)
p = (K : 2) - 1
p = (350 : 2) - 50
   = 175 - 50
   = 125 cm
Baru kita masukkan ke dalam rumus luas persegi panjang :
L = p x l
   = 125 x 50
   = 6250 cm2


Contoh 8 :
Jika sebuah kolam renang memiliki keliling 160 meter dan panjang 50 meter. Maka berapakah luas kolam renang tersebut?

Penyelesaian :
Diketahui :
K = 160 meter
p = 50 meter
Ditanya : Luas (L) ?
Jawab :
L = p x l
Karena lebar belum diketahui, maka kita harus mencarinya dengan rumus :
K = 2 x (p + l)
l  = (K : 2) - p
   = (160 : 2) - 50
   = 80 - 50
   = 30 meter
Baru kita masukkan ke dalam rumus luas persegi panjang :
L = p x l
   = 50 x 30
   = 1500 m2


Demikianlah pembahasan materi mengenai Cara Menghitung Rumus Luas Persegi Panjang dan Contoh Soal Lengkap. Semoga kalian bisa memahami penjelasan soal-soal yang diberikan dengan mudah, sehingga kalian tidak akan mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan materi ini.
Selamat belajar dan semoga bermanfaat!